BREAKINNEWS.CO.ID - Komunitas Penggerak Ekonomi Rakyat Jokowi-Ma’ruf Amin (Koper Jomin) bersama empat kelompok relawan lainnya Ekopontren Mandiri JM ( Ekonomi Pondok Pesantren Mandiri Jokowi Ma’ruf Amin), Kuber Joma ( Kursus Bersama Jokowi Ma’ruf Amin), NKRI Pancasila, dan YAKHIN (Yes KH Ma’ruf Amin), baru saja mendeklarasikan dukungannya kepada calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin pada pilpres 2019 di hotel Sofyan, Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Kelima kelompok relawan tersebut mengakui dukungan mereka tak lepas dari kerja nyata dari Pemerintahan Jokowi saat ini. H. Ayep Zaki, ketua Koper Jomin, mengatakan, bahwa Jokowi-Ma'ruf bisa mewujudkan program 'Kedaulatan Pangan Pasti Terbukti. Koper Jomin, kata Zaki siap turun ke lapangan langsung untuk memenangkan hati rakyat buat Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Sesuai dengan arahan Direktur Relawan TKN Jokowi-Ma'ruf Maman Imanulhaq, kami akan door to door, turun ke kalangan masyarakat yang paling bawah, ke kalangan petani, pedagang, pelaku ekonomi. Dan menyebarkan bukti kerja nyata Jokowi yang terlihat pada pemerintahan yang saat ini," kata Zaki kepada wartawan.

Zaki menambahkan, Koper Jomin sudah terbentuk kepengurusannya di 32 Provinsi, dengan anggota dari kalangan masyarakat umum, petani, dan kaum milenial. Koper Jomin, ucap Zaki juga juga memiliki program unggulan tersendiri. Dia mengklaim, peningkatan produktifitas masyarakat, kedaulatan pangan pasti terbukti.

Sementara itu, Direktur Relawan TKN Jokowi-Ma'ruf Maman Imanulhaq yang hadir dalam deklarasi tersebuT meminta kepada relawan untuk menginformasikan bahwa Jokowi merupakan sosok yang tidak ada kaitannya dengan koruptor tidak pernah melanggar HAM dan Jokowi lahir dari rakyat biasa.

"Jokowi bukan pemimpin partai. Dia sama dengan kita. Jokowi adalah orang biasa yang mencintai Indonesia. Jokowi adalah orang yang memegang teguh Agama tetapi Agama yang dipakai untuk melakukan perubahan di tengah masyarakat," tegas Maman.

Oleh karena itu, relawan harus mengabarkan, prestasi Jokowi ke seluruh masyarakat. Ada yang mengatakan Jokowi itu dekat dengan asing. Tapi, lihat prestasi Jokowi tidak pernah dalam sejarah Freeport Indonesia memiliki 51 persen saham," pungkasnya.

.