BREAKINGNEWS.CO.ID – Kekayaan hasil kerajinan dari ragam komunitas  dan budaya di seluruh Indonesia harus selalu dijaga dan dipertahankan,  untuk kemudian diwariskan  kepada generasi mendatang. Maka dalam kaitan memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November, Komunitas Kridha Dhari Indonesia dan Forum Alumni Nusantara mengadakan kegiatan bersama bertajuk “Kita Indonesia, Wastra Nusantara untuk Bangsa” .

Perhelatan yang diselenggarakan oleh para pegiat social dan budaya serta diharapka sebagai platform yang mempersatukan semua potensi budaya tanah air itu,  dilaksanakan  di Galery Street Mall Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (14/11/2019).

“Kami dari Komunitas Kridha Dhari Indonesia dan Forum Alumni Nusantara mengajak seluruh masyarakat Indonesia  untuk bersama-sama memperingati hari Pahlawan 10 November sebagai momentum mengenang perjuangan para pahlawan dalam melawan penjajah,” kata Precilla Estevina, di Pondok Indah Mall, di sela-sela pelaksanaan acara, Kamis (14/11/2019)

 Precilla menganggap bahwa perjuangan para pahlawan harus dimaknai oleh generasi penerus sebagai cara untuk mempertahankan nilai-nilai jati diri bangsa dan adi luhur budaya nusantara agar tetap lestari ditengah-tengah perkembangan zaman, modernisasi, dan pengaruh globalisasi yang tidak bisa dibendung karena kemajuan teknologi.

“Budaya bangsa Indonesia yang beragam dari Sabang sampai Merauke merupakan kekayaan bangsa yang perlu dipertahankan. Salah satu upaya kami dari Komunitas Kridha Dhari Indonesia dan Forum Alumni Nusantara dalam melestarikan tradisi dan budaya Nusantara adalah mengajak seruluh masyarakat Indonesia setiap pada hari Kamis mau memakai wastra nusantara beserta dengan atribut-atributnya seperti hiasan kepala udeng dan lain-lain, dengan gaya casual, dan trendy dan nyaman dalam aktifitas sehari-hari. Ajakan ini kami namakan #KAMIS NUSANTARA yang merupakan gaya nusantara supaya kita kembali ke jati diri bangsa,” tuturnya.

Kegiatan bersama ini, menurut Precilla akan menyasar semua kalangan dan lapisan masyarakat termasuk kaum milenial. “Kami mengajak agar kita semua menjadi pahlawan masa kini dalam arti melakukan perjuangan mempertahankan nilai-nilai tradisi dan budaya Nusantara. Dengan pelestarian dan pengembangan seni tradisi dan budaya bangsa mulai dari sejarah kebangsaan sampai pendidikan karakter bangsa. Kami berharap Indonesia Maju dapat terwujud dengan dukungan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, cerdas, memiliki spiritualitas tinggi dan berbudaya serta berkepribadian Indonesiawi,” jelas dia.

Sementara menurut perancang busana Dhanny Dahlan, ciri khas kain dan songket nusantara terletak pada kekayaaan teknik menggambar pada objek atau kain yang jadi media. “Indonesia punya 12 teknik tenun yang tersebar di seluruh tanah air. Belum lagi songket,  itu lain lagi, maka kekayaaan ini yang ingin kita lestarikan lewat acara seperti ini,”ujarnya.

Adapun Gerakan Kebangsaan Kita Indonesia Keren “Wastra Nusantara Untuk Bangsa” rencananya akan diisi berbagai kegiatan, antara lain Talkshow Nilai-Nilai Pahlawan Budaya, Peragaan Busana Nusantara, Kontes Busana Terbaik Gaya Nusantara dan Menyanyi lagu-lagu daerah Nusantara.

Dalam Bahasa Sansekerta, Komunitas Kridha Dhari Indonesia memiliki arti; Kridha yang artinya kiprah atau kerja, sedangkan Dhari yang artinya Wanita atau Perempuan. Komunitas Kridha Dhari Indonesia adalah sebuah komunitas wanita pecinta dan penjaga budaya Indonesia.

Komunitas Kridha Dhari Indonesia adalah sebuah platform yang dibuat untuk mempersatukan semua komunitas budaya yang adadi Indonesia, tidak hanya komunitas budaya, segala sesuatu yang berhubungan dengan hasil kerajinan dan hasil karya daerah serta hasil rempah-rempah dan bumi Indonesia akan dipertemukan di dalam platform ini. Dimana nantinya diharapkan satu sama lain bersinergi untuk melakukan kolaborasi dan kerjasama yang saling menguntungkan semua pihak.

Dengan adanya komunitas dan platform Komunitas Kridha Dhari Indonesia ini diharapkan tidak hanya dapat membantu untuk melestarikan budaya Indonesia tetapi juga dapat mensejahterakan masyarakat didaerah dari segi ekonomi, pendidikan dan sosial, terutama didaerah tertinggal di Indonesia.