BREAKINGNEWS.CO.ID - Tiga komplotan pelaku spesialis pembobolan anjungan tunai mandiri (ATM) diringkus aparat Polda Metro Jaya.  Modus aksi ini tergolong baru di mana dalam melancarkan aksinya para pelaku menempelkan nomor telepon palsu pada mesin ATM seolah-olah nomor telepon tersebut adalah nomor telepon call center bank.

Komplotan ini berhasil diungkap oleh Unit IV Resmob dipimpin AKP Rovan Richard. "Pelaku ditangkap pada tanggal 2 dan 3 Oktober 2017 di dua tempat berbeda, yakni di kawasan Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat dan Mall Arion, Rawamangun, Jakarta Timur," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (6/11/2018).

Untuk memuluska aksinya disampaikan Argo, ketiga tersangka memasang jebakan di mulut mesin ATM dengan menggunakn biji plastik yang sudah dimodifikasi sehingga menahan kartu yang akan dimasukkan oleh korban. Mereka juga menempelkan nomor call center palsu di sana.

"Ketika korban datang ke mesin ATM tersebut dan memasukkan kartu ATM-nya ke mulut mesin ATM, kartunya terganjal dan tidak bisa digunakan mapun dikeluarkan. korban menghubungi nomor call center palsu yang ditempel pelaku, dan melaporkan bahwa kartu ATM-nya tersangkut di mulut mesin ATM dan mau memblokir kartunya," sebut Argo.

Tersangka yang berpura-pura sebagai call center palsu dari suatu bank pun, lanjut Argo, lalu meminta data dari kartu tersebut beserta PIN ATM-nya untuk konformasi. Setelah korban merasa sudah melapor ke call center bank, korban pun meninggalkan lokasi dan dua pelaku lain yang berperan sebagai ekeskutor datang untuk menguras uang dalam kartu ATM korbannya.

Para pelaku berhasil menguras uang korbannya setelah terlebih dulu mengambil kartu ATM yang tersangkut menggunakan obeng. Kemudian mereka mengambil uang dari dalam kartu ATM korbannya dengan bantuan seorang temannya yang jadi call center palsu untuk memberitahukan nomor pin kartu ATM korban.

"Uang yang ada di ATM korban kemudian ditransfer ke rekening penampung dan juga dengan tarik tunai," kata Argo.

Berkat laporan korban, ketiga pelaku, yakni Zainal Arifin, Darlan, dan Lilis Seprica ditangkap dan kini mendekam di penjara setelah diciduk polisi.

Dalam kasus ini, tersangka Zainal Arifin berperan pasang biji plastik, menempel nomor call center palsu di mesin ATM dan tarik rekening korban. Adapun Darlan berperan sebagai tukang gambar melihat situasi lokasi. Sedangkan Lilis berperan pura-pura sebagai call center dari bank," katanya lagi.