BREAKINGNEWS.CO.ID -  Pemerintah berkomitmen mengembangkan energi baru terbarukan (EBT) sebagai pengganti energi fosil yang makin lama makin menipis persediaan  dan cadangannya. "Untuk EBT ini sudah jelas strategi kami ke depan, yaitu harus memperbanyak EBT," kata Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) RI  Archandra Tahar di Solo, Rabu (14/8/2019).

Berbicara di depan civitas akademik Universitas Negeri Sebelas Maret Solo, Arcandra menyebut bahwa posisi Indonesia saat ini tak lagi dalam posisi memilih pakai atau tidak untuk  EBT itu. Indonesia sekarang berada pada tahap sudah harus menggunakannnya tanpa bisa ditunda lagi. "Karena fosil makin lama makin berkurang dan suatu saat mungkin kita tidak memproduksi lagi. Untuk itu kita berusaha memakai EBT,"  katanya.

Pihaknya menargetkan penggunaannya sudah mencapai 23 persen pada tahun 2025. Sedangkan saat ini, dikatakannya, untuk pembangkit EBT sudah mencapai 12 persen.

Disinggung mengenai sumber daya yang akan dioptimalkan sebagai bahan baku EBT, pihaknya memastikan akan memanfaatkan seluruh sumber daya  alam yang ada, di antaranya angin, air dan energi panas bumi atau geothermal.

 Terkait dengan geothermal, dikatakannya, merupakan bagian dari kearifan lokal Bangsa Indonesia yang belum tentu dimiliki oleh negara lain. "Tidak seperti angin, solar yang hanya bisa digunakan siang hari atau pada saat ada angin, kalau geothermal ini seperti PLTU, bisa  digunakan sepanjang hari," katanya.

 Meski demikian, diakuinya, dalam pengembangan energi panas bumi ini pemerintah masih menghadapi kendala. "Salah satunya penolakan masyarakat yang belum mengerti bahwa geothermal ini sumber energi yang ramah lingkungan karena ada sebagian yang  mengatakan bahwa energi ini tidak ramah lingkungan," katanya.