BREAKINGNEWS.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menggelar aksi yang bertajuk 'Komitmen Bersama Dalam Kampanye Rapat Umum dan Iklan Kampanye Pemilihan Umum 2019'. Tujuan digelarnya aksi ini yakni agar Pemilu 2019 berjalan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

Ketua Bawaslu, Abhan dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemilu 2019 memiliki karakteristik tersendiri yang khas, yakni pertama kalinya dalam sejarah bangsa Indonesia pemilu dilaksanakan secara serentak. Masyarakat dihadapkan pada 5 Surat Suara, masing-masing untuk suara Presiden,DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten kota.

"Tentunya bahwa Pemilu serentak juga berkorelasi langsung dengan semaraknya kampanye yang akan terjadi khususnya pada kampanye rapat umum ini, baik secara langsung maupun kampanye melalui media massa cetak maupun elektronik. Hal ini tentunya akan juga menemukan potensi-potensi yang kompleks jika tidak ada kesadaran dari peserta Pemilu untuk melakukan kampanye secara bermartabat dan santun, tertib dan taat pada aturan yang ada," kata Abhan, Sabtu (23/3/2019).

"Maka, Bawaslu hari ini berikhtiar bersama dengan seluruh peserta pemilu 2019 dan mendeklarasikan komitmen bersama menjelang kampanye rapat umum agar tercipta kampanye yang damai, beretika dan bermartabat pada pelaksanaan Pemilu 2019 ini," sambungnya.

Pemahaman masyarakat dalam berpolitik, lanjut Abhan, merupakan harapan bersama dan merupakan satu investasi dalam demokrasi yang sangat penting bagi bangsa ini. Menurutnya, perhelatan Pemilu 2019 yang bermartabat dan damai akan bisa terwujud manakala seluruh stakeholder, seluruh peserta pemilu berkelanjutan dapat dibangun mekanisme demokrasi yang beradab tanpa saling menjatuhkan.

"Dalam alam demokrasi, masyarakat merupakan subjek utama yang memainkan peranan penting untuk menjaga keseimbangan agar demokrasi berjalan dengan baik," ujarnya.

"Suara rakyat adalah suara Tuhan, selain penyelenggara Pemilu, peserta pemilu,  masyarakat juga harus benar-benar mendorong terciptanya situasi politik yang dinamis, beretika, beradab dan damai sesuai dengan peraturan yang berlaku dan jauh dari pertarungan politik identitas yang berbasis pada isu SARA," imbuh Abhan.

Untuk itu, dirinya berharap Pemilu 2019 ini dapat menampilkan kampanye-kampanye politik yang benar-benar mencerdaskan kehidupan bangsa dan bermartabat.

"Bentuk-bentuk kampanye yang bertentangan dengan hukum seperti menyebarkan berita bohong (hoax) harus diganti dengan kampanye yang memiliki adu program, adu gagasan, adu visi serta adu misi," tegasnya.

Sebagai penutup, acara pun disudahi dengan pembacaan komitmen bersama antara Bawaslu, Komisi ASN, TNI dan Polri. Acara tersebut pun disaksikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Tjahjo Kumolo.