BREAKINGNEWS.CO.ID - Tim Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI dipimpin Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian meninjau beberapa potensi pawisata dan pusat kebudayaan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Dalam tinjauan pertama ke Bumi Batiwakkal itu, Komisi X DPR RI melihat langsung Museum Gunung Tabur dan Keraton Sambaliung.

Hetifah mengatakan, kedatangan Tim Kunker Komisi X DPR RI ini bertujuan untuk melihat secara langsung situasi dan kondisi di daerah paling utara Kalimantan Timur ini. Khususnya yang berkaitan dengan pendidikan, pariwisata dan ekonomi kreatif, kebudayaan dan olahraga, yang merupakan bidang Komisi X DPR RI.

“Dalam kesempatan ini juga Komisi X DPR RI turut mengajak Badan Ekonomi Kreatif dan mitra kerja terkait lainnya, supaya lebih terekspos lagi situasi di Kabupaten Berau ini,” ungkap Hetifah di sela-sela peninjauan, baru-baru ini.

Lebih lanjut, politisi Partai Golkar itu menerangkan, sebelumnya kunjungan kerja Komisi X DPR RI didominasi ke ibu kota provinsi dan daerah sekitarnya. Sehingga dengan kunjungan ke Kabupaten Berau ini, merupakan sebuah upaya lebih untuk mendengarkan secara langsung aspirasi masyarakat Bumi Batiwakkal yang jauh dari ibu kota provinsi.

“Kami fokus utamanya dalam kunjungan ini adalah pariwisata, karena kami juga sudah mendukung seperti gelaran Maratua Jazz. Tapi nantinya apa lagi yang perlu kami lakukan, akan dihasilkan dari pertemuan dan peninjauan, dan kami siap tindaklanjuti tentunya,” pungkasnya.

Hetifah menambahkan, Kaltim merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang memiliki potensi budaya dan pariwisata yang menarik. Kaltim memiliki obyek wisata beragam, baik wisata alam, agrowisata maupun wisata budaya. Antara lain, seperti wisata hutan tropis yang lebat dengan keanekaragaman jenis flora dan fauna liar dikawasan Taman Nasional Kutai atau keindahan bawah laut di Pulau Derawan.

“Potensi ini tentunya memerlukan strategi pengembangan dan promosi potensi wisata dari pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota di Kaltim,” imbuh politisi dapil Kaltim ini, sembari mengatakan, terkait permasalahan infrastruktur dan mahalnya transportasi seperti harga tiket pesawat juga akan menjadi perhatian pihaknya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau Mappasikra Mappaselleng mengaku memang belum seluruhnya obyek wisata di Berau terekspos dan dikenal hingga ke luar daerah, bahkan luar negeri. “Masih banyak obyek-obyek wisata di kampung-kampung yang belum terekspos oleh media-media lokal maupun media luar,” ungkapnya.

Menurutnya, belum banyak tereksposnya obyek wisata di kampung-kampung itu kendalanya adalah akses menuju obyek wisata tersebut. Salah satunya air terjung di Kampung Inaran, Kecamatan Sambaliung. Akses jalan menuju air terjun tersebut sangat sulit dan akan menyulitkan wisatawan. Apalagi saat ini masih menggunakan jalur logging perusahaan kayu.

“Semoga Kepala Kampung yang ada obyek wisatanya mau membuatkan jalan atau akses menuju, supaya memudahkan wisatawan,” terangnya sembari menambahkan, potensi wisata di Pulau Derawan juga belum seluruhnya terekspos.

Tag