BREAKINGNEWS.CO.ID - Dengan jumlah pulau terbanyak di dunia yang terbentang luas dari Sabang sampai Merauke, Indonesia butuh tekhnologi yang dapat mengintegrasikan seluruh wilayah melalui komunikasi. Karena saranan tersebut telah jadi kebutuhan mendasar.

Situasinya menjadi lebih perlu seiring proses berjalannya era Revolusi Industri 4.0. Dimana kebutuhan akan informasi dan komunikasi menempati peran vital dalam menjaga kesatuan dan kesatuan bangsa.

Lantaran diera ini, kesenjangan antar daerah untuk bisa memenangkan pertarungan di dunia global. Oleh sebab itu, Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menargetkan tahun 2020 mendatang Indonesia bisa terkoneksi dari dari ujung barat hingga ujung timur. Hal itu diungkapkan Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Anang Latif dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (Dismed FMB’9) bertajuk "Menuju Indonesia Merdeka Sinyal" di Ruang Serba Guna, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Rabu (10/4/2019).

"Untuk mengatasi kendala aksesibilitas khususnya dibidang telekomunikasi dan internet, pemerintah terus berusaha mengkoneksi semua wilayah Indonesia. Salah satunya dengan meluncurkan satelit Palapa Ring. Dan target pemerintah sendiri Indonesia akan merdeka dari Sinyal dan merdeka menggunakan internet di tahun 2020 mendatang," ungkap Anang Latif.

Ditambahkan Anang, Pengerjaan proyek Palapa Ring Paket Timur memang sempat terkendala faktor keamanan dan bencana yang terjadi di wilayah Papua beberapa waktu lalu. Namun mereka menyatakan akan tetap melanjutkan project tersebut sehingga target pemerintah di tahun 2020 akan tercapai dan seluruh Indonesia bisa terkoneksi dengan baik dari segi sinyal untuk telepon maupun internet.

"Proyek ini sudah diluncurkan sejak 2005 tapi instrumennya baru pas 2015. Untuk membangun proyek ini Pemerintah tidak mengeluarkan biaya karena sepenuhnya ditanggung oleh swasta. Tidak perlu APBN dikeluarkan selama masa konstruksi, tapi Pemerintah mencicil selama 15 tahun (kepada swasta). Kedepan Ke depan, dengan pemerataan sinyal internet di tanah air diharapkan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat, terutama bagi pelaku usaha dan UKM yang memasarkan produknya secara online, sehingga perekonomian masyarakat akan bisa cepat tercapai dan masyrakat Indonesia bisa bersaing dalam perekonomian global," tandas Anang.

Palapa Ring adalah membangun jaringan telekomunikasi dengan menggunakan serat optik di 34 Provinsi. Proyek Palapa Ring sendiri terbagi menjadi Paket Barat (2.275 km) dan Paket Tengah (2.995 km) yang telah selesai pengerjaannya serta Paket Timur (6.878 km) yang hingga akhir tahun lalu pembangunannya telah mencapai 89,39 persen. Dalam diskusi tersebut turut hadir sebagai narasumber dalam FMB 9 kali ini antara lain Direktur Industri Elektronika dan Telematika Ditjen ILMATE Kementerian Perindustrian Janu Suryanto, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Aba Maulaka, dan General Manager of Marketing PT Pasifik Satelit Nusantara Meidiyanto Andwiputro.