BREAKINGNEWS.CO.ID- Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melalui Tim Cyber Drone 9 (CD9) bersinergi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kepolisian melalui Badan Siber Nasional Polri dan penyedia layanan media sosial untuk lebih proaktif menyisir ataupun melakukan take down konten atau akun yang berkaitan dengan radikalisme maupun terorisme di dunia maya. 
 
Hal tersebut diutarakan Bambang menyikapi rentannya penyebaran paham radikal melalui dunia maya yang digunakan kelompok teroris untuk melakukan kaderisasi dan merencanakan teror. Data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sepanjang tahun 2018 terdapat 11.480 konten radikal di dunia maya yang diblokir dan sebanyak 614 laporan terkait dengan penyebaran konten negatif melalui Telegram. 
 
"Menindak pihak-pihak yang mengunggah konten ataupun situs-situs yang mengandung radikalisme maupun terorisme," ujar Bambang kepada wartawan di Jakarta seperti dikutip, Sabtu (16/3/2019). 
 
Bambang juga mendorong Kemenkominfo meminta penyedia layanan media sosial, khususnya telegram yang banyak digunakan oleh kelompok teroris agar melakukan self-filtering untuk menghapus konten dan grup percakapan yang mengandung paham radikalisme. 
 
Selain itu Bambang mendorong Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meningkatkan kewaspadaan terhadap paham-paham radikalisme yang muncul di lingkungan masyarakat, serta untuk melakukan upaya-upaya pencegahan atau tindakan preventif terhadap radikalisme dan terorisme. 
 
"Guna mencegah tumbuhnya paham radikalisme dan meminimalisir terjadinya tindakan terorisme, terutama dalam menghadapi situasi Pemilihan Umum (Pemilu) pada 17 April 2019," katanya. 
 
Bambang pun mengimbau masyarakat untuk kritis dalam menerima informasi, terutama informasi yang berkaitan dengan paham radikal ataupun intoleransi antar umat beragama, serta berperan aktif bersama-sama memerangi pergerakan radikalisme dan terorisme di Indonesia.