BREAKINGNEWS.CO.ID – Seorang pejabat Uni Emirat Arab (UAE) mengatakan kalau koalisi pimpinan Arab Saudi sudah menuntaskan pengepungan atas kota pelabuhan Yaman, Hodeidah, serta "pembebasan kota itu" akan menjadi kunci untuk menemukan "penyelesaian" bagi negara yang dicabik perang tersebut.

Operasi saat ini di Hodeidah "berhasil mencapai sasarannya", kata Menteri Negara Urusan Luar Negeri UAE, Anwar Gargash di dalam pernyataan yang disiarkan di akun Twitter-nya pada Jumat (14/9/2018). Kota Pelabuhan Hodeidah, yang berada di pantai Laut Merah di bagian barat-daya Yaman, memiliki kepentingan strategis dikarenakan kota tersebut merupakan gerbang ke luar Ibu Kota Yaman, Sanaa, yang telah diduduki gerilyawan Al-Houthi, yang mendapat dukungan Iran mulai sejak September 2014 lalu.

Gargash, sebagaimana dikutip Xinhua, juga menuturkan anggota milisi Syiah Al-Houthi membayar harga karena telah "absen dari konsultasi Jenewa". Pembicaraan perdamaian Jenewa untuk menemukan penyelesaian politik macet pada awal pekan lalu, sebab delegasi Al-Houthi tidak hadir.

Gargash menuturkan, "Kami tetap yakin kalau pembebasan Hodeidah merupakan kunci bagi penyelesaian di Yaman." UAE merupakan bagian dari koalisi pimpinan Arab Saudi yang telah mencampuri perang saudara di Yaman mulai sejak 2015 melawan gerilyawan Al-Houthi, yang mendapat dukungan Iran untuk memberi dukungan Pemerintah Yaman di pengasingan.

Aliansi Saudi Siap untuk pertempuran di pelabuhan Yaman

Sebuah koalisi yang dipimpin Saudi pada Selasa mempersiapkan serangan militer di pelabuhan utama Yaman, bersiap untuk meluncurkan pertempuran terbesar dari perang tiga tahun antara aliansi negara-negara Arab dan gerakan Houthi yang mengendalikan ibu kota Yaman. Uni Emirat Arab, anggota aliansi yang didukung Barat, menetapkan batas waktu hingga Selasa bagi Houthi yang bersekutu dengan Iran untuk mundur dari Pelabuhan Hodeidah di bawah pembicaraan yang dipimpin Perserikatan Bangsa-Bangsa.

"Ini adalah jam-jam terakhir dan final untuk mendapatkan jaminan tanpa syarat bahwa Houthi akan meninggalkan pelabuhan," kata Menteri Urusan Luar Negeri UAE, Anwar Gargash, namum ia menolak untuk membahas operasi militer. "Jika situasi saat ini berlanjut, kita akan menemui jalan buntu secara politis," katanya. "Hal terakhir yang kami inginkan adalah memperpanjang perang di Yaman," tambahnya.

Ini akan menjadi yang pertama kalinya sejak tentara asing bergabung dengan perang pada 2015 atas nama pemerintah Yaman yang terasingkan, di mana mereka telah berusaha untuk merebut kota besar yang dipertahankan dengan baik. Hodeidah, pelabuhan Laut Merah terbesar Yaman dan satu-satunya di bawah kendali Houthi, berfungsi sebagai garis hidup bagi mayoritas penduduk Yaman, yang tinggal di wilayah Houthi.