BREAKINGNEWS.CO.ID - Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengatakan, kecelakaan Pesawat Lion Air PK-LQP dengan kode penerbangan JT 610 menjadi penerbangan terburuk kedua di Indonesia setelah insiden kecelakaan dari maskapai penerbangan Garuda Indonesia di Medan yang terjadi tahun 1997. Hasil tersebut dilihat dari jumlah angka korban jiwa dari insiden yang ditimbulkan.

Kecelakaan yang menimpa Lion Air di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin pagi, 29 Oktober lalu telah memakan korban mencapai 189 orang. "Ini kecelakaan terburuk kedua di Indonesia," kata Soerjanto di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (10/11/2018).

Kecelakaan penerbangan terburuk pertama di Indonesia, menurut Soerjanto yakni dari maskapai Garuda Indonesia. Saat itu menabrak tebing di Medan, Sumatera Utara, pada 26 September 1997. "Kecelakaan penerbangan di Indonesia untuk Garuda 200-300 orang yang di Medan," jelas Soerjanto.

Kecelakaan Airbus A300-B4 Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA152 tahun 1997, menewaskan 222 penumpang di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara. Saat itu pesawat hendak mendarat di Bandara Polonia, namun menabrak tebing. Diduga karena kabut asap tebal di Medan, pada 26 September 1997.

Sementara itu, pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 jatuh di Tanjung Karawang setelah dilaporkan hilang kontak, sekitar pukul 06.33 WIB. Pesawat tersebut membawa 189 orang, termasuk penumpang dan kru pesawat. Penumpang itu terdiri dari 178 orang dewasa, 1 anak-anak, dan 2 bayi (infant). Untuk kru pesawat terdiri dari 2 kokpit kru dan 6 orang awak kabin.

Hingga saat ini penumpang Lion Air JT610 yang telah teridentifikasi yakni 79 orang, di mana 59 adalah laki-laki dan 20 orang perempuan dari 198 kantong jenazah berisi bagian tubuh korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang diserahkan dari Badan SAR Nasional (Basarnas) ke pihak RS Polri Sukanto Keramat Jati.

Sementara itu, Basarnas telah mengumumkan pada hari juga pihaknya telah menyudahi pencarian terhadap korban jatuhnya Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Meski demkian tim Basarnas dari Kantor SAR Jakarta dan Bandung tetap bersiaga bila ada informasi temuan bagian tubuh korban. Basarnas juga menegaskan akan tetap mendukung upaya Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam mencari black box berisi cockpit voice recorder dengan mengerahkan sepuluh orang penyelam.