BREAKINGNEWS.CO.ID - Mantan Kepala Staff Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zein mengatakan yang murni partai berlandaskan ajaran Islam adalah Partai Bulan Bintang (PBB). Sedangkan partai yang lainnya tidak.

"PKS, PAN dan PKB itu bukan partai Islam tapi partai nasionalis, yang murni partai Islam itu ada di PBB," kata Kivlan, dalam acara diskusi yang mengangkat tema Membedah Agenda Politik Komunisme & Khilafah di Pilpres 2019' di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/10/2018).

Selain itu, kata Kivlan, konsep 
Khilafah hanyalah sebuah konsep agar mereka bisa menjalankan syariat Islam bagi kehidupan mereka sehari-hari. Untuk itu semestinya pemerintah tidak perlu takut dengan adanya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).  

"Makanya jangan takut dengan HTI. HTI bukan dibubarkan tapi dibatalkan pendaftarannya saja," ujarnya.

Justru, ia menilai jika paham komunis yang ada di Partai Komunis Indonesia (PKI) yang sangat berbahaya. Selain itu, dirinya juga menilai jika paham komunis itu nyata bagi bangsa Indonesia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mantan Kepala Staff Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zein mengatakan jika masalah komunisme itu merupakan cara berfikir dalam mensejahterakan masyarakat. Dirinya pun membantah jika paham komunisme itu sebagai paham ilusi.

"Ini nyata bukan ilusi. Sampai bangkit lagi mereka pada tahun 1998 sampai tahun 1999 supaya Gus Dur (Mantan Preside RI Abdurrahman Wahid) minta maaf. Gus Dur minta maaf tapi secara pribadi bukan presiden," katanya.

Adapun, kata Kivlan, upaya yang dilakukan oleh PKI kepada Gus Dur itu agar mereka (PKI) tidak salah. Ia pun kembali menegaskan jika apa yang dilakukan oleh PKI tersebut merupakan fakta.

"Namanya UU rekonsiliasi supaya mereka tidak salah, ini fakta bukan ilusi. Mereka kendalikan mereka punya pembinaan dibawah privesor dari amerika. Dan kemudian iitu yang mendidik dan masuk kepemerintahan," tegasnya.

Selain itu, Kivlan juga menuding jika saat ini paham-paham komunis itu sudah ada yang masuk ke dalam pemerintahan. Ia juga menyebut jika hal itu bukan ilusi namin hal itu adalah fakta yang terjadi saat ini.

"Saat ini ada yang masuk ke pemerintahan ini nyata. Kemudian bagaiman dengan anak-anak PKI? Waktu Jokowi terpilih menjadi presiden mereka datang dan mereka bilang akan dukung dengan syarat negara harus minta maaf. Waktu itu Jokowi diam saja, Jokowi tolak," terangnya.