JAKARTA -- Tuntutan cerai artis peranan Kirana Larasati (29) pada suaminya, Tama Gandjar, sudah dipenuhi oleh majelis hakim Pengadilan Agama (PA) Jakarta Selatan pada Kamis (13/7/2017) siang.

Kuasa hukum Kirana, Nendi Haryadi, mengungkap kalau keretakan rumah tangga clientnya bermula dari pertikaian yang mulai jadi hebat, saat anak mereka hanya satu baru berumur tiga bln..

" Mulai sejak anak berumur tiga bln., pertikaiannya (pada Kirana dengan Tama) mulai jadi membesar, " tutur Nendi setelah sidang.

Saat itu, Kirana belum juga pikirkan menuntut cerai suaminya.

Tetapi, karna terasa telah tidak kuat melakukan kehidupan perkawinan yang dipenuhi ketidaksamaan prinsip, pada akhirnya Kirana mengambil keputusan kembali pada tempat tinggal orangtuanya di Jakarta.

Sepanjang berumah tangga, Kirana tinggal di kota asal Tama, Bandung, Jawa Barat.

" Pada akhirnya, saat umur anak empat bln. atau Oktober 2016, Kirana pulang ke tempat tinggal orangtuanya di Jakarta, " papar Nendi.

Mulai sejak Oktober 2017 hingga saat ini, Kirana serta Tama telah tidak sempat sekali lagi tinggal dibawah satu atap.

" Sepanjang pisahlah tempat tinggal, Mas Tama cuma sekali ke tempat tinggal Kirana (di Jakarta), jumpai anaknya. Namun, bila ketemu ditempat beda, seringkali. Demikian halnya Kirana tidak sempat sekali lagi ke Bandung, " tutur Nendi.

Lantas, pada 13 April 2017, Kirana menyambangi ruangan Pos Pertolongan Hukum (PosBaKum) PA Jakarta Selatan untuk berkonsultasi.

Sekian hari sesudahnya, pada 21 April 2017, ia memajukan tuntutan cerai.

" Perasaan Mbak Kirana, dia inginkan sosok suami yang mungkin saja imam serta miliki visi misi sama. Namun, akhir-akhir ini itu telah tidak dia temui. Itu sesudah anak tiga bln., " jelas Nendi.

" Telah mulai tak ada kecocokan mulai sejak kelahiran anaknya, " imbuhnya.

Tama serta Kirana menikah pada 9 Mei 2015.

Pada akhir 2016, rumah tangga mereka diberitakan retak mulai sejak tidak ada sekali lagi beberapa photo Tama pada akun Instagram Kirana.

Tetapi, saat itu, manajer Kirana menyanggah berita itu.

Pada 13 April 2017, Kirana didapati datang ke ruangan Pos Pertolongan Hukum (PosBaKum) PA Jakarta Selatan. Pada 21 April 2017, ia memajukan tuntutan cerai.