BREAKINGNEWS.CO.ID - Institusi keuangan plat merah, Bank Tabungan Negara (BTN) membuka program penyediaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) khusus bagi pembeli rumah dari hasil lelang, sekaligus sebagai salah satu upaya menekan angka kredit tidak produktif (non performing loan). “Jika sebelumnya yang berniat membeli rumah lelang harus menyiapkan dana tunai cukup besar dan waktunya terbatas, maka kelemahan itu coba kami siasati dengan program KPR Lelang," kata Direktur BTN, Nixon LP Napitupulu di Jakarta, Jumat ( 14/12/2018).

Sebaliknya, program ini juga menguntungkan untuk BTN lantaran mereka punya stok rumah second dari hasil kredit tak produktif dan  harus disertakan dalam proses lelang.  “Dengan  adanya KPR lelang ini, kami harapkan angka kredit tidak produktif bisa ditekan”, jelas Nixon.

Nixon melanjutkan, pihaknya memberi kemudahan untuk proses KPR lelang, semua persyaratan dapat dipenuhi secara pararel dengan pelaksanaan lelang. Sehingga ketika rumah itu berhasil dimenangkan, pembeli tinggal membayar angsurannya saja," ujar dia.

Terobosan ini,  bisa membuat ekonomi bergulir kembali mengingat sebagian besar kredit yang tidak produktif berasal dari rumah dengan harga di atas Rp300 juta karena kurangnya peminat, sedang untuk rumah di bawah itu biasanya langsung terjual saat dilelang.

Harapannya, jika program KPR lelang lini berjalan maka persoalan kredit bermasalah atau kredit tidak produktif dapat teratasi, sehingga BTN memiliki dana segar baru yang dapat digulirkan kembali untuk KPR kembali. "Saya kira kalau program ini berjalan akan membuat harga properti yang kini stagnan dapat kembali membaik, bahkan lebih baik dari periode sebelumnya," ujar dia.

Berdasakan data  peminat rumah lelang mengalami tren peningkatan setiap bulan, tercatat sebanyak 7.063 peminat dan sekitar 30 persen diantaranya tertarik menggunakan KPR untuk melunasi rumah hasil lelang tersebut.

Nixon menjelaskan, sejak diluncurkan pada bulan 9 Februari 2018, situs khusus rumah lelang Bank BTN yaitu www.rumahmurahbtn mengalami peningkatan pengunjung maupun peminat. Total aset yang terjual lewat lelang tersebut per 10 Desember 2018 mencapai 986 unit dengan nilai Rp216 miliar.

Adapun data jumlah aset yang dilelang hingga pekan ini mencapai 12.424 unit dengan total nilai agunan mencapai Rp1,7 trilliun dengan jumlah pengunjung laman mencapai 1,4 juta pengunjung. Sementara sekitar 7 ribu pengunjung diantaranya menyatakan berminat mengikuti lelang.

Senada dengan Nixon, Direktur Consumer Banking Bank BTN, Budi Satria mengaku potensi KPR Lelang akan makin besar ke depannya karena jumlah peminat rumah lelang BTN yang makin tinggi.  KPR Lelang tersebut, menurut Budi sama dengan KPR biasa pada umumnya. Yang membedakan adalah jenis agunannya adalah rumah hasil lelang Bank BTN.  Sementara uang mukanya diperhitungkan menggunakan uang jaminan yang disetor saat nasabah mengikuti proses lelang.

Adapun Ketentuan KPR lelang diberlakukan sama dengan KPR  rumah seken atau bukan KPR rumah baru (dari pengembang).

Nixon optimistis dapat menekan angka NPL dengan adanya program KPR lelang, yang posisinya per September 2018 sebesar 2,65 persen masih di bawah rata-rata nasional.