BREAKINGNEWS.CO.ID - Calon Wakil Presiden (Cawapres) KH. Maruf Main menghadiri peluncuran buku Ma'rufnomics Ekonomi Baru Indonesia di Hotel Bidakara Grand Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (10/4/2019) siang.

Hadir dalam acara tersebut diantaranya, Wakil Ketua DPR RI Utut Hadiyanto, Pimpinan HKBP Uli Indrawan, serta para tokoh lainnya.

Dalam sambutannya, Kiai Ma’ruf kembali menyerukan pentingnya menyampaikan pentingnya penerapan konsep Arus Baru Ekonomi Indonesia (ABEI) untuk sinergitas pembangunan Indonesia, yang manfaatnya bisa dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia.

“Ke depan, pembangunan Indonesia harus diinisasi, digerakkan dan dimulai dari bawah ke atas. Sehingga kebijakan pembangunan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat desa atau kota setempat,” ujar Kiai Ma’ruf, seraya menjelaskan, bahwa ABEI selaras dengan Nawacita Presiden Jokowi dan Sila ke lima Pancasila. Bahkan, beberapa konsepsi ABEI yang diluncurkan pada April 2017 lalu itu, juga telah mulai diterapkan oleh pemerintah.

Gagasan ABEI telah diperkenalkan Kiai Ma’ruf sejak tahun 2015. Saat itu hingga pertengahan tahun 2018, Kiai Ma’ruf rajin mengunjungi kantung NU di berbagai daerah, dalam kerangka Halaqah Rais 'Aam PBNU bersama Syuriah PCNU dan Kiai Pesantren di berbagai daerah. Di tengah bergulirnya wacana ABEI, pemerintah membentuk Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) pada Januari 2016. KNKS ini diketuai langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Sampai kemudian pada 22 April 2017, gagasan ABEI dijadikan sebagai rekomendasi Kongres Ekonomi Umat. Gagasan ABEI kemudian menjadi pembahasan menarik di berbagai forum ekonomi, hingga pada Desember 2018, Bank Indonesia, Pemerintah dan instansi terkait mencanangkan ABEI sebagai pilar utama untuk menggenjot perekonomian Indonesia.

“Pemerintah saat ini, sudah berjalan sesuai dengan jalurnya, terutama dalam rencana pembangun ekonomi Indonesia. Dalam pembangunan ekonomi ke depan harus diperbesar manfaatnya, serta disempurnakan untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Kiai Ma’ruf.

Lebih lanjut, Mustasyar PBNU ini juga menekankan pentingnya efisensi dan penguatan daya saing ekonomi warga, sehingga negara Indonesia semakin maju.

“Jika gagasan ABEI ini dilanjutkan bersama komitmen Nawacita yang dibawa Pak Jokowi, insya Allah, Indonesia akan memasuki era tinggal landas. Semakin maju, dan tidak akan punah. Amiin!,” imbuhnya, seraya disambut kata aamiin dari ratusan hadirin.

Usai menghadiri peluncuran buku Ma’rufnomics yang ditulis oleh Nurdin Tampubolon, Kiai Ma’ruf melanjutkan safari politiknya ke Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Di Lamongan, Kiai Ma’ruf menghadiri Apel Akbar Banser se Kabupaten Lamongan, Tuban dan Bojonegoro, dan deklarasi Gerakan Rabu Putih. Kemudian bersholawat bersama masyarakat Lamongan dan Gus Ali Gondrong, di Lapangan Banyubang, Solokuro, Lamongan.

Di hadapan ribuan anggota Banser, Kiai Ma’ruf memberikan tausiyah agar para pemuda yang tergabung di GP Ansor itu meneguhkan komitmennya dalam menjaga NKRI. Kiai Ma’ruf juga bernostalgia, tentang masa mudanya saat memimpin Banser-Ansor Koja, Jakarta Utara, pada tahun 1964-1966.