BREAKINGNEWS.CO.ID - PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sebagai induk sepak bola di tanah air menjanjikan Liga 1 musim ini bakal lebih tertib soal jadwal. Dan mereka menuturkan sudah berkoordinasi juga dengan pihak kepolisian.

"Intinya, perihal kickoff saja, tepat waktu. Bandingkan dengan musim lalu. Dan sudah ada pula koordinasi dengan kepolisian agar izin pertandingan lancar sehingga jadwal tak perlu berubah. Dan, masa recovery tiap-tiap klub bakal lebih panjang daripada musim lalu. ungkap Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, di sela-sela launching Shopee Liga 1 di Jakarta, Senin (24/2/2020).

Pada musim lalu yang akhirnya dijuarai Bali United, kickoff Liga 1 yang semula dijadwalkan 8 Mei 2019 mundur jadi 15 Mei. Untuk musim ini, kompetisi sepak bola strata tertinggi di tanah air itu akan dimulai Sabtu (29/2) mendatang.

Di hari pertama, bakal dihelat tiga laga. Salah satunya mempertemukan dua tim yang sama-sama dua kali juara di era Liga Indonesia: Persebaya Surabaya melawan Persik Kediri. Dua laga lain adalah Madura United melawan Barito Putera dan Persiraja Banda Aceh menjamu Bhayangkara FC.

Menurut Iwan Bule, sapaan akrab ketua umum PSSI, jadwal jadi salah satu masalah terbesar selama ini. Adanya penundaan hingga perubahan jadwal secara mendadak membuat Liga 1 yang semestinya profesional tak ubahnya kompetisi tarkam (antarkampung).

Buntutnya banyak. Hak siar, misalnya, musim lalu mengalami penurunan karena ada beberapa laga yang berubah. Belum lagi soal sponsor. ”Kami juga jadi kesulitan mencari sponsor yang mau mengucurkan dana besar untuk membiayai Liga 1 semusim penuh,” kata Cucu Somantri, direktur LIB, di sela acara yang sama.

Agar itu tidak terulang, papar Iwan Bule, PSSI dan LIB mempersiapkan Liga 1 musim ini lebih matang. Sejak Januari, jadwal mulai disusun. Lantas dikirimkan ke klub agar mendapatkan feedback.

”Kami juga sudah rakor (rapat koordinasi, Red) dengan Polri beberapa waktu lalu untuk menyinkronkan jadwal,” katanya.

Itu dilakukan agar kalender kamtibmas (keamanan dan ketertiban) masyarakat dengan jadwal Liga 1 tidak bertabrakan. ”Jadi, izin pertandingan bisa turun. Kapolri (Jenderal Idham Azis, Red) juga sudah memerintahkan anak buahnya agar membantu PSSI melancarkan jadwal Liga 1,” papar mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Rakor dengan kepolisian tersebut juga terkait dengan masalah keamanan. Terutama terkait dengan kerusuhan antarsuporter. ”PSSI akhirnya campur tangan untuk memberesi ini. Kami bentuk divisi pembinaan suporter,” jelasnya.

Divisi tersebut bertugas mengedukasi suporter. Misalnya tentang apa saja hal-hal yang dilarang dalam pertandingan sepak bola dan dampaknya. ”Suporter mesti diedukasi kalau ulah-ulah (negatif, Red) mereka bisa merugikan sepak bola dalam jangka panjang. Klub yang didukung juga rugi karena yang disanksi kan bukan suporternya, tapi klubnya,” bebernya.

Cucu menambahkan, Liga 1 musim ini juga bakal lebih panjang daripada musim lalu. Total, ada 306 pertandingan yang akan berjalan selama 246 hari. ”Dengan demikian, klub-klub punya waktu recovery 4,8 hari. Bandingkan dengan musim lalu yang hanya 4,68 hari,” ucapnya.

Waktu recovery itu sangat penting agar para pemain bisa menampilkan permainan terbaik di lapangan. ”Buntutnya, persaingan juga akan lebih kompetitif,” ungkapnya.

Sementara itu, Pandu Sjahrir, presiden komisaris SEA Group yang merupakan induk perusahaan Shopee (sponsor utama Liga 1), menuturkan, pihaknya mengakui adanya dampak akibat tidak jelasnya jadwal musim lalu. Tapi, itu tidak lantas jadi alasan pihaknya untuk mundur sebagai sponsor utama lagi di musim ini.

"Kami yakin Liga 1 musim ini akan lebih baik dari sebelumnya. Penonton, saya yakin, juga bakal lebih banyak," ujarnya.

Bagi pihaknya, papar Pandu, yang paling dilihat ketika kembali sepakat menjadi sponsor utama di musim ini adalah komitmen LIB agar lebih baik lagi. Mengenai nilai kontrak, Pandu enggan menjawab apakah jumlahnya lebih besar daripada musim lalu. "Poinnya adalah kami support," ucapnya.