BREAKINGNEWS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus terkait suap Hakim di Pengadilan Negeri Semarang. Untuk itu lembaga antirasuah tersebut memanggil Ketua Pengadilan Negeri Semarang Porwono Edi Santosa untuk dimintai keterangannya sebagai saksi untuk tersangka Lasito (LAS).

“Bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Lasito (Hakim PN Semarang),” kata Febri Diansyah melalui pesan singkat kepada wartawan, Jumat (18/1/2019).

Sejauh ini KPK baru menetapkan dua orang tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah Lasito dan Bupati Jepara terpilih Ahmad Marzuqi (AM). Kedua tersangaka diduga KPK sebagai pihak penerima suap dan pihak pemberi suap terkiat pemulusan petusan gugatan praperadilan mengenai penetapan tersangka kasus korupsi terhadap Ahmad Marzuqi.

"Diduga AM selaku Bupati Jepara memberikan total dana Rp 700 juta yang diketahui di masukan ke dalam kantong ikan presto, sebelum diberikan kepada LAS" sebut Basaria.

Dalam kasus ini, Pengadilan Negeri Semarang, Jawa Tengah, membatalkan status tersangka Bupati Jepara Ahmad Marzuqi pada November 2017 lalu. Ahmad Marzuqi sebelumnya ditetapkan Kejaksaan Tinggi Jateng sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana bantuan keuangan untuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Jepara tahun 2011-2012.

Kejati Jateng menerbitkan Sprindik bernomor PRINT-840/O.3/Fd.1/06/2016, tertanggal 16 Juni 2016. Namun dalam perkembangannya, penyidik tak cukup menemukan alat bukti hingga menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Namun SP3 itu kemudian digugat praperadilan oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI). Gugatan MAKI dikabulkan dan SP3 untuk Marzuqi dibatalkan.

Hakim kala itu memerintahkan penyidik untuk mendalami alat bukti yang dimaksud. Kejati Jateng pun kembali menetapkan Marzuqi sebagai tersangka dengan nomor 1092/O.3/Fd.1/07/2017 tertanggal 26 Juli 2017. Namun Marzuqi pun melayangkan permohonan praperadilan ke PN Semarang. Alhasil Hakim PN Semarang Lasito membatalkan penetapan tersangka terhadap Marzuqi tersebut.

Akibat perbuatannya, Ahmad Marzuqi selaku terduga pemberi disangka KPK melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Sementara Lasito diduga sebagai penerima disangka melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.