BREAKINGNEWS.CO.ID - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menyayangkan pembunuhan yang terjadi di Sampang, Madura, Jawa Timur, beberapa waktu yang lalu dikarenakan perbedaan pilihan politik di Pemilu 2019. Zulkifli mengutuk insiden itu. Para pendiri negeri ini menangis kalau melihat kita bersengketa, kita berkelahi gara-gara peristiwa politik yang tiap lima tahun kita adakan. Jangan sampai itu terjadi lagi," kata Zulkifli di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Zulkifli meminta tidak ada pihak yang menjadi "kompor" sehingga menyulut pertikaian antar sesama masyarakat."Ini lima tahun kan biasa. Sekali lagi saya imbau jangan lah memanasi, jangan mengompori," imbuh Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Zulkifli, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat BPN Prabowo-Sandiaga itu meminta timnya menjaga kebersamaan di tengah panasnya suhu politik saat ini. Sebabnya, kontestasi Pilpres bukanlah perang. Karena itu ia meminta agar persaingan tidak sampai menimbulkan luka yang begitu mendalam.

"Dua-duanya wajib menjaga kebersamaan. Tim Pak Prabowo dan tim Pak Jokowi harus menjaganya. Ini kan bukan mau perang, ini kan mau memilih saudara kita yang terbaik di antara yang baik dua-duanya. Jangan sampai menimbulkan luka yang dalam,"ucapnya.

Cekcok Pilihan Calon Presiden Berujung Pusara

Subaidi, warga Kecamatan Sokobanah, Sampang, Jawa Timur tewas ditembak senjata rakitan Idris pada Rabu (21/11) di Kecamatan Sokobonah, Sampang, Madura, Jawa Timur. dari cekcok akibat perbedaan dukungan calon presiden atau capres di media sosial Facebook. Nahas itu datang saat Subaidi berpapasan dengan Idris yang sama-sama mengendarai motor.

"Setelah tersangka diperiksa, benar motif penembakan itu setelah cecok di sosial media," kata Humas Kepolisian Daerah Jawa Timur, Komisaris Besar Frans Barung.

Subaidi sengaja menabrakkan motornya ke motor Idris hingga terjatuh. Lalu, Subaidi menodongkan pisau ke arah Idris. Namun Subaidi tiba-tiba terpeleset. Melihat kesempatan itu, Idrus mengeluarkan senjata api dari kantongnya, lalu menembakan pistol itu ke dada kiri Subaidi.