BREAKINGNEWS.CO.ID – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo sangat berharap tim gabungan yang baru dibentuk oleh Mabes Polri bersama KPK berdasarkan rekomendasi dari Komnas HAM dapat berjalan dengan baik dan sesegera mungkin mengungkap kasus teror dan percobaan pembunuhan terhadap para pegawai dan pimpinan KPK.

Agus mengaku jika tim gabungan yang dipimpin langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis tersebut sudah mengadakan pertemuan dengan dirinya beserta Wakil Ketua KPK Laode M Syarif yang dalam kasus ini sebagai korban teror pelemparan bom Molotov di halaman rumah mereka masing-masing pada 9 Januari 2019 pekan lalu.

“Tentu saya sangat berharap jika kasus ini dapat diungkap dengan baik,” kata Agus di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (16/1/2019).

Sejauh ini pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Namun demikian KPK menyakini bahwa Kepolisian saat ini tengah bekerja keras dan sedang berusaha untuk segera mengungkap kasus teror ini. “Saya yakin saat ini POLRI tengah bekerja keras untuk mengungkap semua terror, baik itu yang ditujukan pada staf dan pimpinan KPK, dan mudah-mudahan pada waktu dekat ini dapat disampaikan hasilnya,” harap Laode.

Dengan ada ancama terror bom seperti ini, dirinya mengaku tak akan gentar dalam menjalani tugasnya sebagai salah satu bagian dari penegak hukum dalam memberantasan korupsi di Indonesia. Ia menegaskan bahwa KPK tak akan takut dan akan terus bekerja keras dalam memerangi korupsi untuk Indonesia yang lebih baik kedepan,” Demi bangsa ini, kami tak akan berhenti bekerja untuk memberantas korupsi hanya karena ada terror bom seperti ini,” tegas Laode.

Terkiat pembentukan tim gabungan, KPK juga turut mengirim beberapa penyidiknya untuk dapat bekerjasama dengan penyidik Kepolisian untuk menanggulani kasus teror ini. Dikabarkan ada tujuh penyidik KPK yang masuk dalam draf tim gabungan tersebut, termasuk penyidik senior KPK Novel Baswedan yang juga merupakaan salah satu korban kejahatan berencana tersebut.