BREAKINGNEWS.CO.ID - Ketua Komisi X DPR RI Djoko Udjianto prihatin dengan tragedi kematian yang menimpa suporeter Persija Jakarta Haringga Sirila. The Jakmania 23 tahun tersebut meregang nyawa akibat dikeroyok oleh suporter Persib Bandung sesat sebelum laga Persib vs Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Minggu (23/9). Djoko Udjianto mengungkapkan, meninggalnya Haringga merupakan suatu tragedi yang memilukan.

"Kita baru bersenang-senang dengan keberhasilan Indonesia di Asian Games 2018. Tapi, setelah itu belum selesai bahagia kita, Indonesia dilanda musibah berturut-turut. Kita dapat cobaan gempa Lombok (NTT), disusul meninggalnya Haringga. Padahal suporter merupakan hal penting dalam sepak bola. setelah itu, belum selesai duka kita, saudara-saudara kita di Palu diterpa gempa bumi dan tsunami," kata Djoko saat diskusi bersama stakeholader sepak bola Indonesia dengan tajuk Silaturahmi Suporter Indonesia 2018 bersama Menpora di Kantor Kemenpora, Jakarta, Senin (1/10/2018).

Djoko mencontohkan suporter Indonesia dengan masyarakat Indonesia pada masa penjajahan. Menurutnya, persatuan merupakan hal terpenting yang membuat Indonesia merdeka. "Coba bayangkan saja, kenapa kita harus menunggu merdeka tahun 1945. Padahal berabad-abad dijajah. Lalu, kenapa pada 1928 (sumpah pemuda) tak juga membuat kita merdeka hari itu juga. Karena saat itu belum semuanya bersatu. Oleh karena itu, supaya sepak bola Indonesia mau berprestasi. Bersatulah suporter sepak bola Indonesia," ucap Djoko.

Lebih lanjut, Djoko mengajak kepada seluruh elemen sepak bola Indonesia untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat memancing perpecahan. "Mengapa sepak bola Indonesia belum berprestasi. Padahal sepak bola merupakan olahraga yang paling disenangi di negara kita ini. Fanatik boleh kepada klub. Tapi, di dada tetap Merah Putih. Sudahlah, beda boleh tapi jangan anarkis. Kita tutup perpecahan ini. Mari kita bersatu demi prestasi Indonesia," tegas Djoko.


Di sisi lain, Silaturahmi Suporter Indonesia 2018 bersama Menpora dilakukan sebagai cara mencari titik terang dan perdamaian seluruh suporter sepak bola Indonesia. Pada acara itu, turut hadir Menpora Imam Nahrawi, Wakil Ketua Umun PSSI, Joko Driyono, Ketua BOPI, Richard Sambera, General Manajer APPI, Ponaryo Astaman. Turut hadir juga pimpinan suporter dari klub Liga 1 2018.