BREAKINGNEWS.CO.ID- Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo menyampaikan belasungkawa terhadap keluarga korban yang ditinggalkan akibat banjir bandang yang terjadi di Sentani, Jayapura, Papua (16/3) dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Gunung Kidul dan Kabupaten Bantul, Yogyakarta (17/3). 
 
"Menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas sejumlah peristiwa bencana alam yang terjadi tersebut," ujar Bambang kepada wartawan di Jakarta, Senin (18/3/2019). 
 
Bambang pun mendorong Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP/Basarnas), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Keploisian (Tim SAR Gabungan) untuk terus melakukan pencarian dan evakuasi korban banjir bandang di Sentani, Jayapura, Papua, terhadap korban yang masih belum ditemukan. 
 
Selain itu Bambang mendorong Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memberikan solusi transportasi bagi masyarakat dan petugas untuk akses menuju ke lokasi longsor dan bantuan alat berat kepada BNPB untuk membuka akses yang masih tertutup dan membantu evakuasi korban di Sentani, Jayapura, Papua. 
 
"Mengingat akses menuju lokasi banjir terputus akibat banjir bandang," tegasnya. 
 
Selanjutnya Bambang mendorong Kementerian PUPR bersama dengan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk melakukan pembangunan inprastruktur ang rusak dan memberikan bantuan perbaikan kembali rumah-rumah warga terdampak bencana yang mengalami kerusakan ataupun hanyut, serta mempersiapkan tempat pengungsian bagi warga terdampak banjir bandang, banjir, dan longsor. 
 
Bambang menambahkan, pihaknya mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memberikan imbauan kepada masyarakat di Sentani, Jayapura, Papua untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir bandang susulan, karena musim hujan masih akan terjadi, serta mengimbau masyarakat setempat untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman yang telah disiapkan oleh pemerintah. 
 
Bambang juga mendorong Kepolisian bersama masyarakat untuk meningkatkan keamanan pada wilayah terdampak bencana guna menghindari adanya oknum-oknum yang memanfaatkan kondisi rumah yang kosong. 
 
Sementara itu Bambang mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan BMKG untuk berkoordinasi terkait basis informasi yang digunakan oleh BMKG dalam menyebarkan informasi peringatan sistem pendeteksi dini (early warning system) kepada masyarakat yang berada di wilayah berpotensi bencana selain melalui media cetak, siber, dan siaran, juga dapat melalui SMS broadcast. 
 
"Mendorong Pemerintah Pusat, BNPB melalui BPBD, dan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk segera memulai sosialisasi simulasi jika terjadi banjir, longsor, maupun gempa, secara rutin, baik di sekolah, perguruan tinggi, perkantoran, rumah sakit, hotel, dan di gedung-gedung publik, sebagai bentuk mitigasi bencana, sehingga seluruh masyarakat lebih siap dan lebih paham dalam menghadapi bencana, serta lebih terampil dan cekatan dalam melindungi ataupun menyelamatkan dirinya saat terjadi bencana," katanya. 
 
Selain itu Bambang mendorong Pemerintah untuk segera melengkapi dan memperbaiki peralatan early warning system (EWS) untuk mencegah jatuhnya korban jiwa apabila terjadi kembali bencana alam seperti longsor, banjir, gempa bumi, maupun tsunami, mengingat waktu peringatan dini merupakan aspek yang paling penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sehingga dapat meminimalisir terjadinya korban jiwa dan materi. 
 
"Mendorong Badan Anggaran (Banggar) DPR RI untuk memberikan dukungan anggaran kepada BMKG, dan BNPB, BPBD dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dalam penyusunan anggaran, guna memperkuat mitigasi bencana di Indonesia," harapnya. 
 
Bambang mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk melakukan perbaikan lahan melalui reboisasi terhadap hutan yang rusak dan daerah yang dilewati oleh sungai, untuk mengembalikan kondisi hutan dan lahan sehingga ke depannya mampu mencegah terjadi banjir dan tanah longsor.
 
"Mendorong BNPP, BNPB, dan BPBD untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan, yang dapat berpotensi menimbulkan bencana banjir bandang, longsor, dan banjir," tukasnya.