BREAKINGNEWS.CO.ID- PT. Jasa Marga mengajukan kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) rencana kenaikan tarif Tol Jakarta-Cikampek dan Tol Prof. Dr. Ir. Sedyatmo.

Diketahui, pengajuan kenaikan harga tol tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan Pasal 48 yang menerangkan penyesuian tarif tol dilakukan dua tahun sekali berdasarkan pengaruh laju inflasi.

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mendorong Komisi V DPR meminta Kementerian PUPR dan BPJT untuk mengkaji rencana kenaikan tarif tol tersebut.

Mengingat kata Bambang, ketentuan pada Pasal 48 ayat 1 Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, sebelum kenaikan tarif tol harus didasari pada kemampuan bayar pengguna jalan, besar keuntungan biaya operasi kendaraan, dan kelayakan investasi.

Bambang juga mendorong Komisi V DPR meminta Kementerian PUPR, BPJT, PT Jasa Marga untuk melakukan evaluasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol, serta mengutamakan perbaikan pelayanan sesuai dengan SPM jalan tol.

"Agar pengguna tol tetap merasa nyaman dan aman saat melewati jalan tol," ujar Bambang di Jakarta, Kamis (23/8/2018).

Diketahui, PT Jasa Marga (Persero) Tbk saat ini tengah mengajukan kenaikan tarif di dua tol yang dikelolanya. Pengajuan kenaikan tarif tol tersebut saat ini sudah dilakukan kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Jasa Marga sudah mengajukan surat untuk kenaikkan tarif Tol Jakarta-Cikampek dan Jalan Tol Prof Dr Ir Sedyatmo," kata Sekretaris Perusahaan Jasa Marga Agus Setiawan, Rabu (22/8/2018).

Dia memastikan usulan kenaikan tarif dua ruas tol tersebut sudah dilakukan sesuai ketentuan seperti angka inflasi dua tahun terakhir di setiap wilayah. Penyesuaian tarif tol juga dilakukan detiap dua tahun sekali berdasarkan Pasal 48 Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan.

"Intinya, usulan kenaikan tari dua tol ini, intinya kenaikan berdasar laju inflasi," ujar Agus.