BREAKINGNEWS.CO.ID- Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mendorong Pemerintah dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), dan Kementerian Perdagangan (Kemendag), secara bersama mengkaji dan mengevaluasi Peraturan Presiden No. 97 tahun 2017.
 
Hal tersebut dikatakan Bambang menyikapi persoalan sampah plastik yang semakin kompleks, dan sudah menjadi masalah serius yang harus segera diatasi. Walaupun sudah ada Peraturan Presiden No. 97 tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah serta beberapa daerah sudah mengeluarkan larangan penggunaan kantong plastik melalui peraturan daerah. 
 
"Menginisiasi untuk meningkatkan peraturan tersebut menjadi peraturan yang lebih tinggi sehingga dapat menjadi dasar hukum bagi aparat dalam menindak pelaku usaha ritel modern (minimarket, supermarket, dan hypermarket) dan masyarakat yang menggunakan kantong plastik" ujar Bambang di Jakarta, Selasa (8/1/2018). 
 
Selanjutnya Bambang mendorong Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk melakukan penelitian sebagai inovasi terhadap alternatif pengganti penggunaan plastik yang lebih ramah lingkungan seperti paperbag
 
Selain itu Bambang mendorong KLHK bersama pemerintah daerah untuk dapat mensosialisasikan dan mengarahkan masyarakat untuk menerapkan UU Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, agar dapat mengurangi sebaran dan tumpukan sampah yang dibuang oleh masyarakat
 
Bambang menambahkan, pihaknya mendukung komitmen Pemerintah Indonesia dalam pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah 70% pada tahun 2025 sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden No. 97 tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah 
 
"Meminta seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mengimplementasikan ketentuan-ketentuan mengenai pengelolaan sampah, dan memberikan contoh nyata agar tidak membuang sampah sembarangan dan mengelola sampah menjadi barang pakai," pungkasnya.