BREAKINGNEWS.CO.ID - Rupiah saat ini dinilai berada di tingkat yang mengkhawatirkan. Pasalnya, nilai tukar rupiah pada Jum'at (29/6/2018) kemarin berada di angka Rp14.400 per dolar AS. Untuk itu, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo pun mendesak pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bank Indonesia (BI) untuk segera melakukan tindakan dalam mengatasi anjloknya nilai turkar rupiah.

Ia mengatakan jika nilai tukar terhadap mata uang rupiah terhadap dolar di Bank Indonesia pada penutupan Jum'at berada di angka Rp14.332 per dolar. Sementara itu, di pasar spot berada di angka Rp14.404 per dolar. hal ini menurutnya memungkinkan jika rupiah akan terus tertekan dan mengalami terus pelemahan.

Merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dipengaruhi oleh beberapa hal termasuk faktor internal, seperti perang dagang Amerika Serikat dan Cina yang semakin mengalami peningkatan. Selain itu, adanya hambatan perdagangan di India dan Uni Eropa serta kenaikan harga minyak mentah dunia turut mempengaruhi pelemahan terhadap rupiah. Adapun lembaga negara dan kementerian terkait menurutnya harus segera melakukan langkah-langkah antisipasif yang cermat dalam mengatasi lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. "Kemenkeu dan BI harus berkomitmen dalam menyiapkan solusi dan langkah-langkah mitigasi agar pergerakan kurs dapat kembali normal serta lebih cermat mengawasi berbagai aspek yang mempengaruhi," kata Bamsoet, sapaan akrabnya.

Ia pun menambahkan jika Kemenkeu dan BI juga wajib mengingatkan diri sendiri jika stabilitas nilai tukar rupiah menjadi suatu hal yang sangat penting. "Komisi XI DPR yang membidangi keuangan agar segera menghubungi mitra kerjanya itu untuk segera bergerak," katanya.

Selain itu, dirinya pun mendorong Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk memberikan insentif ekspor guna mendapatkan surplus perdagangan sekaligus mengurangi neraca keseimbangan primer negatif. Dirinya juga berharap jika Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) harus lebih proaktif dan progresif dalam melakukan langkah-langkah hubungan kerja sama bilateral dan multilateral dengan negara-negara maju, agar para pengusahanya datang menanamkan modalnya di Indonesia.

Menurutnya, langkah-langkah dari BKPM sangat diperlukan guna meningkatkan investasi ke dalam negeri. Sehingga arus modal masuk dan dapat membantu memperbaiki nilai tukar terhadap rupiah. "Saya berharap komisi-komisi terkait di DPR dapat mengingatkan mitra kerjanya," katanya.