BREAKINGNEWS.CO.ID-Kepemimpinan Airlangga Hartarto di Golkar selama hampir dua tahun terakhir ini sudah teruji di tengah banyaknya prahara politik yang mendera partai beringin. Dari berbagai keberhasilannya, termasuk membawa Golkar menempati peringkat kedua di Pileg 2019 dengan perolehan kursi terbesar kedua di DPR, Airlangga Hartarto sangat layak untuk memimpin Partai Golkar secara definitif selama lima tahun ke depan.

"Seluruh DPD tingkat I sudah bersepakat, dukungan kami hanya untuk Pak Airlangga Hartarto. Bukan calon lainnya, kalaupun nanti ada," ungkap Ketua DPD Golkar Riau, Arsyadjuliandi Rachman saat diwawancarai Selasa (12/11/2019) di Jakarta. Ada 13 suara dari Riau, satu dari DPD tingkat I dan 12 dari DPD tingkat II. "Kami solid," tegas Arsyadjuliandi Rachman.

Arsyadjuliandi Rachman tidak mempermasalahkan seandainya ada kandidat ketua umum lainnya pada Munas Golkar yang digelar 4-5 Desember mendatang di Jakarta. Dia sudah mendengar Bambang Soesatyo akan maju, terutama karena terus didorong-dorong oleh para loyalisnya. Kendati demikian, Ketua DPD Golkar Riau ini secara tersirat mengetuk sikap kenegarawanan Bambang Soesatyo yang ketua MPR. "Kalau kita, mendorong untuk musyawarah mufakat," tegas Andi Rachman, sapaan akrabnya.

"Kita berharap seperti itu, akhirnya akan musyawarah mufakat. Sebenarnya, apa lagi yang akan diperebutkan? Saya kira, semua petunjuk sudah mengarah ke Pak Airlangga Hartarto," ujar Andi Rachman.

Pilihan kepada Airlangga Hartarto, kata Andi Rachman, adalah pilihan yang sangat realistis. Airlangga sudah bekerja keras dalam waktu yang sangat singkat, setelah dipercaya menjadi ketua umum pada akhir Desember 2017. Airlangga sudah membuat partai menjadi semakin solid. Mampu melakukan konsolidasi secara cepat dan tepat. Andi Rachman lantas menjabarkan bukti-buktinya.

Pertama, sebelum Pilpres, survei dari berbagai media memperlihatkan angka yang yang jauh dari harapan. Ternyata, hasilnya sebaliknya, memuaskan. "Dari kenyataan itu saja kita sadari betapa baik dan hebatnya kepemimpinan Pak Airlangga ini. Dia memberi kewenangan ke daerah, membuat daerah lebih percaya diri, lebih semangat, tanpa banyak gangguan. Luar biasa dampaknya bukan? Golkar menempati peringkat dua besar di Pilpres, itu sebuah "goal" yang meyakinkan di tengah pesimisme yang merebak saat itu. Perolehan 85 kursi di DPR juga luar biasa," Andi Rachman menjabarkan.

Karena itu pula, sambung Andi Rachman, para senior partai seperti Jusuf Kalla, Akbar Tandjung, Aburizal Bakrie, dan Agung Laksono, memberikan penilaian yang baik terhadap Airlangga. Para senior mengapresiasi kinerja Airlangga dalam pencapaian suara di Pileg, keseriusannya dalam melakukan konsolidasi, menciptakan kesejukan di interal partai baik di pusat maupun daerah, dan tentu saja memberikan kewenangan kepada daerah-daerah.

"Saya kira poin-poin itu yang membuat saya dan teman-teman di daerah tak bisa dan tak mungkin berpaling ke lain hati," kata Andi Rachman, berseloroh.

Dia kemudian juga menyebut apresiasi yang diberikan oleh Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. "Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf Amin sangat berterima kasih atas kinerja pimpinan Partai Golkar di pusat dan daerah yang telah bekerja keras untuk bersama-sama memenangkan Pilpres 2019," ungkap Andi Rachman.

"Pak Jokowi sebenarnya sudah sering memuji Pak Airlangga, termasuk saat kami dari DPD seluruh Indonesia diterima di Istana Bogor pada awal Juli lalu, tentunya mendampingi Pak Airlangga. Dalam audiensi itu Pak Jokowo berulangkali melontarkan pujiannya kepada Pak Airlangga dan Partai Golkar secara keseluruhan. Partai Golkar sudah berperan besar dalam menjaga stabilitas politik," tuturnya.

Pembangunan dapat berjalan jika didukung oleh stabilitas politik. "Golkar ikut menciptakan stabilitas politik tersebut supaya pembangunan lebih baik dan lancar," ujar Andi Rachman.

Apa yang dilakukan Airlangga Hartarto selama hampir dua tahun ini, lanjut Andi Rachman, adalah sebuah keniscayaan yang luar biasa. Airlangga, katanya, mampu mengkondisikan langkah-langkah internal dan eksternal dengan baik. Komunikasi internal dan eksternalnya patut menuai pujian. Secara eksternal, Airlangga memiliki hubungan baik dengan stakeholder lainnya, termasuk Presiden.

"Kita bisa memahami tujuan atau apa yang ingin disasar ketum, yakni supaya Golkar bisa memberikan sumbangan pemikiran dan karyanya kepada bangsa ini. Saya kira hal itu juga akan menguntungkan kader-kader Partai Golkar dalam jangka panjang, agar kita semakin eksis dan berjaya di Pemilu selanjutnya. Di internal, regenerasi juga makin bagus. Insya Allah nantinya akan semakin banyak kader Golkar yang duduk di legislatif atau eksekutif," papar Andi Rachman, yang kini kembali mengemban amanah sebagai wakil rakyat di DPR RI.

Bicara kembali soal musyawarah mufakat di munas mendatang, Andi Rachman menyatakan, bahwa harapannya memang ke sana. "Golkar ini partai yang sudah matang. Kita juga sudah belajar dari kejadian-kejadian sebelumnya. Rugi kalau terpecah lagi. Jadi musyawarah mufakat itu yang memang harus kita kedepankan," tegasnya.

Andi Rachman juga menyatakan, Airlangga tentunya juga akan mengakomodir loyalis Bamsoet. "Saya yakin Pak Airlangga akan merangkul semuanya," kata Andi Rachman, anggota Komisi II DPR RI itu.