KEFAMENANU - Tak dicalonkan menjadi calon gubernur (cagub), Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Raymundus Sau Fernandes mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan. Menurutnya ada dua alasan dirinya memutuskan untuk mundur dari PDIP.

Pertama, ia sudah cukup lelah bekerja mengurus partai itu selama 21 tahun terakhir. Raymundus mengaku, sudah memimpin partai dari 1996, sejak PDI Pro Mega sampai 2017. "Mungkin sudah saatnya saya menyerahkan kepada yang lainnya untuk mengurus PDI-P. Sudah lama saya mengurus PDI-P sehingga sudah saatnya menyerahkan kepada yang muda dan enerjik," ujar Raymundus, Selasa (19/12/2017) malam.

Alasan yang kedua menurutnya partai yang dipimpin oleh putri Presiden Soekarno tersebut tidak membutuhkan dirinya lagi. "Karena DPP PDI-P memutuskan itu (mencalonkan non kader jadi calon gubernur), tanpa memberitahukan kepada kami yang kader partai," sambungnya.

Terlepas dari direkomendasikan tidaknya dirinya menjadi calon gubernur, Raymundus berharap, setidaknya DPP PDI-P menyampaikan kepada dirinya sebagai kader bahwa ia belum layak. "Tapi justru diputuskan (non kader yang jadi calon gubernur dari PDI-P). Kemudian saya diperintahkan untuk bekerja, sehingga saya memikirkan sudah saatnya saya menyerahkan kepada yang lebih muda untuk melanjutkan perjuangan PDI-P di TTU," jelasnya.

Terkait dengan keputusan DPP PDIP yang mencalonkan non kader jadi calon gubernur, ia mengaku tidak ikut campur. Ia menilai hal tersebut merupakan kewenangan penuh DPP. Akankah dirinya akan keluar dari PDIP, ia mengatakan secara diplomasi akan melihat perkembangan kedepannya. "Harapan saya, mereka yang mengurus PDI-P nanti, bisa dilakukan dengan baik, agar tetap mendapat simpati dari masyarakat," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, PDIP resmi mengusung pasangan marinus Sae dan Emilia J Nomleni di Pilgub NTT 2018. Keputusan tersebut disampaikan oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri pada Minggu (17/12/2017). "Kok cari pemimpin susah. Akhirnya ketemu deh, Bupati Ngada. Dia namanya Marinus Sae," ujar Megawati.

Sementara itu, PDI-P mengusung kadernya, Emilia Nomleni untuk mendampingi Marinus. Emilia merupakan Ketua DPC PDI-P Timor Tengah Selatan. Ia juga pernah menjadi anggota DPRD NTT periode 2009-2014. "Jadi itu wagubnya (Emilia). Mudah-mudahan bisa menang," pungkasnya.