BREAKINGNEWS.CO.ID -  Nilai tukar (kurs) rupiah melemah tipis seiring ketidakjelasan kesepakatan perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Mata uang garuda yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (20/11/2019) ditutup melemah 4 poin atau 0,03 persen menjadi Rp14.095 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.091 per dolar AS.

"Harapan untuk kemajuan perdagangan hancur semalam oleh peringatan lain dari Presiden AS Donald Trump, yang mengatakan bahwa ia mungkin akan menaikkan tarif lebih jauh jika pembicaraan gagal," kata direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Rabu (20/11).

Ketegangan antara AS dan China meningkat lebih jauh setelah Senat AS mengeluarkan dua RUU terkait Hong Kong yang mendukung para pemrotes di kota itu.

Juru bicara kementerian luar negeri China menyebut keputusan itu sebagai campur tangan terang-terangan dalam urusan dalam negeri China, dan mengatakan AS menghadapi "konsekuensi negatif" jika itu tetap ada.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat Rp14.085 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.085 per dolar AS hingga Rp14.091 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu ini menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.097 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.091 per dolar AS.

IHSG

Hal sebaliknya justru terjadi di lantai bursa, dimana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore  ditutup menguat di tengah koreksi bursa saham regional Asia.

IHSG ditutup menguat 3,02 poin atau 0,05 persen ke posisi 6.155,11. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 2,43 poin atau 0,25 persen menjadi 988,33. "Market hari ini bergerak bervariasi dan akhirnya ditutup menguat dipicu oleh belum pastinya perundingan dagang antara Amerika dan China dan menguatnya harga komoditas CPO," kata analis Indopremier Sekuritas Mino.

Dibuka melemah, IHSG sempat menguat pada sesi pertama. Di sesi kedua indeks kembali terkoreksi namun berhasil menguat menjelang penutupan perdagangan saham.

Penutupan IHSG diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli asing bersih sebesar Rp101,88 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 501.750 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 11,55 miliar lembar saham senilai Rp6,56 triliun. Sebanyak 157 saham naik, 238 saham menurun, dan 153 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei melemah 144,1 poin atau 0,62 persen ke 23.148,6, indeks Hang Seng melemah 204,2 poin atau 0,75 persen ke 26.889,6, dan indeks Straits Times melemah 11,48 poin atau 0,35 persen ke posisi 3.227,39.