JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta membacakan surat putusan untuk terdakwa Setya Novanto dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP. Putusan itu dibacakan hakim pada Selasa, (24/4/2018) lalu sekitar pukul 11.00 WIB. Sampai pembacaan putusan selesai sekitar pukul 14. 00 WIB, tidak ada satu pun kolega dekat mantan Ketua DPR itu yang tampak hadir. Selama sidang putusan itu, hanya sang istri, Deisti Astriani Tagor dan beberapa kerabat yang setia menemani mantan Ketua Umum Partai Golkar itu.

Pemandangan ini berbeda ketika Setya Novanto menghadapi dakwaan dan tuntutan dari jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kala itu, sejumlah koleganya sesama politisi terlihat hadir dan memberi dukungan. Di antaranya yaitu, mantan Sekjen Golkar yang saat ini menjabat Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham, Aziz Syamsuddin, dan Agung Laksono. Rupanya, beberapa politisi Golkar itu tengah berada di luar kota ketika Setnov menghadapi vonis e-KTP. “Saya sedang di Lampung,” ujar Aziz, Rabu (25/4/2018).

Aziz rupanya lebih memilih ke luar kota dari pada hadir di Pengadilan Tipikor untuk memberi dukungan langsung pada Setya Novanto. Padahal, nama Aziz sempat muncul dari Setnov untuk menukar posisinya menjadi Ketua DPR. “Saya di Lampung, kampanye Pilgub,” kata dia menambahkan. Aziz sempat hadir di Pengadilan Tipikor ketika sidang dengan agenda pembacaan eksepsi. Sidang itu berlangsung pada 20 Desember 2017 lalu .

Meskipun saat sidang vonis dirinya tidak hadir, Aziz mengaku prihatin saat mengetahui Setnov mesti dipenjara selama 15 tahun. Aziz mengharapkan supaya Setnov tabah dengan vonis yang dijatuhkan. ”Ikut prihatin. Mendoakan agar beliau tabah, dan merupakan pelajaran bagi seluruh kader Golkar,” kata dia.

Aziz juga mengaku tengah membuat rencana untuk memberi dukungan langsung kepada Setya Novanto dari balik jeruji besi. Tetapi Aziz mengaku belum juga mengetahui kapan dirinya dan politisi Golkar yang lain bakal menyambangi Setnov di tahanan. “Masih belum tahu. Insya Allah lagi mengatur agenda,” kata dia.

Selain itu, Idrus Marham yang tampak lebih sering memberi dukungan langsung kepada Setnov mengaku tengah berada di Jawa Tengah. Ketika sidang vonis, Idrus sedang meninjau lokasi gempa di Kabupaten Banjarnegara. “Saya lagi ke luar kota. Masih di Jawa Tengah,” kata Idrus.

Sebelum dilantik menjadi Mensos, Idrus tampak hadir di Pengadilan Tipikor dan memberi dukungan langsung pada Setnov. Idrus sering duduk di samping istri Setnov, Deisti Astriani Tagor. Bahkan juga, saat Idrus sudah dilantik sebagai Mensos, Idrus menyempatkan diri untuk melihat langsung jalannya persidangan e-KTP. Saat pembacaan tuntutan, Idrus pun tampak hadir.