JAKARTA - Para peneliti yang mensurvei mahasiswa mengenai penggunaan teknologi telah menemukan sejumlah tren mengkhawatirkan. Selain efek neurologis, para peneliti menemukan, orang yang bergantung pada ponsel cenderung merasa terisolasi, kesepian, depresi, dan cemas dibandingkan rekan-rekan mereka.

Seperti dilansir dari Daily Mail, Senin (23/4/2018), Professor of Health Education Erik Peper di San Francisco State University, mengatakan "Perilaku kecanduan menggunakan smartphone mulai membentuk hubungan neurological di otak dengan cara mirip kecanduan opioid yang dialami oleh orang yang memakai Oxycontin untuk menghilangkan rasa sakit,"

Penggunaan smartphone berlebih bisa memicu rasa kesepian. Menurut para ahli, kesepian mungkin terkait dengan tidak adanya interaksi tatap muka dan kurangnya bahasa tubuh yang terlihat.

Para ahli juga mengatakan, siswa yang menggunakan ponsel mereka, lebih sering melakukan multitasking. Peper mengatakan, hal ini memberikan sedikit waktu bagi pikiran untuk bersantai. "Lebih banyak mata, lebih banyak klik, lebih banyak uang. Tapi, sekarang kita dibajak oleh mekanisme yang sama, yang pernah melindungi kita dan memungkinkan kita bertahan hidup untuk potongan informasi paling sepele," kata Peper.

Studi ini bukan yang pertama untuk menunjukkan ketergantungan smartphone dalam beberapa hal, meniru kecanduan zat. Namun, dalam studi serupa yang diterbitkan di awal tahun ini, para peneliti mengatakan, ada sisi lain dari argumen tersebut.

Berdasarkan hal ini, para peneliti dalam penelitian McGill mengatakan, manusia mungkin tidak kecanduan smartphone setelah kecanduan interaksi sosial. Menurut para peneliti, perangkat ini memanfaatkan kebutuhan dasar manusia sebagai spesies sosial yang unik. Manusia cenderung mencari makna dan identitas melalui interaksi mereka dengan orang lain.

Dengan demikian, kecanduan pada smartphone dan perangkat lain bisa dianggap hyper social, bukan anti social. Tapi, peneliti mengingatkan, kecepatan dan skala, di mana mereka digunakan menempatkan sistem reward otak dalam overdrive.