BREAKINGNEWS.CO.ID-Belum diketahui berapa pemain belia yang beruntung memperoleh beasiswa dan sekaligus dibina langsung oleh PB Djarum Kudus, dari Audisi Umum Beasiswa Djarum Bulu tangkis 2019. Ke depannya, mereka diharapkan menjadi generasi baru para pemain besar dan menjadi andalan Indonesia. Inilah kontribusi tak terhingga dari PB Djarum, dari pusat penggemblengan pemain-pemain berbakat di PB Djarum, di Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Dari keterangan Yoppy Rosimin, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, dan Fung Permadi yang manajer tim PB Djarum, jumlah peserta Audisi Umum Beasiswa Djarum Bulu tangkis 2019 yang lolos seleksi akhir dan masuk karantina memang bisa diketahui dari keberhasilan mereka memenangi tahapan turnamen yang digelar selama tiga hari pada Rabu hingga Jumat, 20-22 November, di GOR Djarum, Kudus.

Kendati demikian, tidak semua dari pemain yang lolos pada tahapan final audisi umum tersebut menjadi penerima beasiswa. Pasalnya, mereka akan menjalani serangkaian seleksi kembali untuk akhirnya benar-benar dinyatakan 'sah' sebagai penerima beasiswa Djarum dan sekaligus dibina menjadi pemain dari PB Djarum.

"Setelah memasuki karantina mereka akan menjalani lagi beberapa seleksi, termasuk dilihat kemampuannya dalam beradaptasi dengan rekan-rekannya," kata Yoppy Rasimin, Senin (17/11/2019) di Kudus.

"Kami berupaya mendapatkan calon-calon pemain yang baik, tidak hanya dari sisi kemampuan teknisnya. Itu karena kami akan membina mereka sekian lama," jelas Fung Permadi, manajer tim PB Djarum Kudus.

Tahap akhir dari Audisi Umum Beasiswa Djarum Bulu tangkis 2019 akan diikuti lebih dari 130 pemain. Mereka berasal dari lima kota tempat audisi awal, yakni Bandung, Purwokerto, Surabaya, Solo Raya dan Kudus. Dari audisi di Bandung, lolos 24 peserta, Purwokerto 26 peserta, Surabaya 26 peserta, Solo Raya 28 peserta, dan sisanya dari seleksi di Kudus, yang digelar sejak Minggu dan berakhir Selasa (19/11) ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, untuk tahun 2019 ini, audisi dikhususkan untuk pemain dari kelompok usia di bawah 11 tahun (U-11) dan di bawah 13 tahun (U-13), baik tunggal dan ganda putra-putri. Dengan fokus di kedua kategori tersebut, PB Djarum berharap bisa secara maksimal mengasah bakat dan mental para pemain sejak dini.

Dari audisi atau seleksi di Kudus, mereka yang berlaga di tahap turnamen atau super tiket terdiri dari 24 pemain dari tunggal putra-putri serta ganda putra-putri baik U-11 dan U-13.

Para pemain yang lolos audisi dan masuk karantina akan diumumkan di hari terakhir seleksi. Selama seminggu menjalani karantina, perkembangan atau kemajuan mereka akan dipantau secara ketat oleh tim pemandu bakat dari PB Djarum Kudus, dengan mempertimbangan beberapa aspek, baik teknis maupun non-teknis.

Mereka yang lolos dari tahapan seleksi saat karatina inilah yang akan menerima beasiswa dan sekaligus dibina secara intensif oleh PB Djarum.

Demi mendapatkan atlet berkualitas pada audisi umum 2019 ini, PB Djarum menerjunkan legenda bulu tangkis mulai dari Tan Joe Hok, Christian Hadinata, Liem Swie King, Kartono, Herjanto, Eddy, Lius Pongoh, Basri Yusuf, Richard Mainaky, Rionny Mainaky, Fung Permadi, Aryono Miranat, Antonius, Hariyanto Arbi, Tontowi Ahmad, hingga Liliyana Natsir.

"Kami berharap audisi di Kudus bisa menjaring bibit potensial. Akan bertambah jumlahnya. Lebih dari 104 orang. Terutama, di sektor putrinya. Kalau bisa kita ke depankanlah. Bisa seperti Susy Susanti," kata Tan Joe Hok, salah satu legenda yang terlibat dalam audisi itu.

"Saya pikir ini sangat positif untuk kita menjaring bibit potensial di 5 kota di 2019 ini," peraih juara All England itu menambahkan.

"Setelah tahap screening semakin terlihat pemain-pemain bagus dan berbakat. Di setiap kota-kota audisi umum pun juga sama, terlebih di Kudus ini, bahwa di setiap tahap turnamen mereka saling berlomba dan bersaing untuk meraih beasiswa bulutangkis," jelas Liem Swie King, salah satu legenda Djarum yang masuk tim pemandu bakat.

Untuk anak usia di bawah 11 tahun, kata King, berani tampil di lapangan dengan semangat juang yang tinggi tentunya sangat luas biasa.

Menurut dia hal terpenting bagi anak-anak tersebut adalah soal pembinaannya.

"Kami berharap, mata rantai pembibitan atlet-atlet bulutangkis tidak putus di tengah jalan. Kami tetap menaruh keyakinan bahwa audisi umum ini akan terus berlanjut, karena manfaatnya banyak sekali bagi masyarakat Indonesia," ujar Liem Swie King.

Dengan tingginya animo, merupakan tantangan bagi tim pencari bakat untuk lebih jeli melihat potensi peserta audisi. "Kami berharap bisa menemukan bakat-bakat istimewa yang kelak bisa kami asah di PB Djarum dan menjadi juara masa depan di Indonesia," timpal Fung Permadi.

"Kami berharap dapat menemukan bakat-bakat istimewa yang kelak bisa kami asah di PB Djarum dan menjadi juara masa depan bagi Indonesia," kata salah satu mantan pemain tunggal putra terbaik Indonesia yang pernah melatih di Taiwan itu.