BREAKINGNEWS.CO.ID - Nendia Primarasa, merupakan salah satu perusahaan katering terkemuka di Jakarta. Nendia Primarasa berkantor di jalan Bina Harapan 37, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. Nendia Primarasa telah berdiri pada 2004. Selama hampir 15 tahun, sudah ribuan penganten baik dari masyarakat biasa, hingga kalangan selebritas yang sudah dilayani.

Direktur Utama CV Nendia Primarasa, H. Heru Pujihartono, menceritakan kepada Breakingnews.co.id, dalam perjalanannya membangun Nendia Primarasa banyak cobaan dan rintangan yang ia lalui bersama sang istri, Resti Nendia. Saat itu, kata Heru, mereka hanya bermodalkan tabungan Rp11 juta.

Penghargaan Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi untuk Nendia Primarasa

Heru menuturkan, meski membangun bisnis dengan sang istri, bukan berarti dirinya tidak menerapkan sikap profesional dalam bekerja. "Kami lakukan penuh kemandirian. Apa saja saya lakukan, mulai dari belanja ke pasar, membli instrumen masak, sampai alat tulis kantor saya lakukan sendiri. Sedangkan istri, mengurusi masalah internal seperti memasak, dan lainnya,' kata Heru.

Klien Pertama dan 'Mukjizat'

Heru menceritakan, ada satu yang paling ia ingat, jauh di luar logikanya sebagai manusia. Dijelaskannya, ketika pertama kali mendapatkan klien, ada peristiwa yang aneh baginya. Bagaimana tidak, ketika ia bertanya kepada klien pertamanya tersebut. mengapa menggunakan Nendia Primarasa, sang klien menjawab mendapatkan rekomendasi dari temannya juga yang pernah menggunakan Nendia Primarasa sebelumnya.

Nendia Primarasa raih penghargaan Penjualan Tertinggi di Gebyar Pernikahan Indonesia (GPI)

"Waktu 2004 itu ada satu hal yang dibilang di luar kemampuan kita manusia. Karena klien pertama ini mereka memesan kepada Nendia itu katanya dapat rekomendasi dari teman yang pernah menggunakan Nendia Primarasa, padahal kami baru merintis lho,' ucap heru.

"Tapi, dari situ, kami tidak menanyakan lebih lanjut. Namun, saya meyakini, membangun sesuatu itu pasti ada tanda-tanda dari Allah yang tidak bisa diprediksi, dan rencanakan. Itu yang saya tandai bahwa ini adalah anugerah. Saya ketika itu berdoa, insya Allah saya harus berkomitmen," ujarnya, menambahkan.

Waktu pun berlalu, tak terasa dalam satu bulan mereka telah mampu mendapatkan 30 klien. Dari situ, Heru pun mencoba merekrut pegawainya. Hanya saja, ketika itu, ucap Heru, sistemnya bukan sebagai pekerja tetap, melainkan pekerja lepas. Alhamdulillah bersinergi. Dengan begitu, saya mencoba menjadi pimpinan. Namun, saya menempatkan diri sesuai dengan kelebihan saya. Jadi, apa yang menjadi kelebihan istri, tidak saya singgung. Saya hanya fokus ke kekurangan istri. Begitu juga sebaliknya,' ucap Heru.

Suasana kantor Nendia Primarasa

Kini, cobaan telah Heru dan Resti jalani, kesabaran dan komitmen membuat Nendia Primarasa menjadi salah satu perusahaan katering dan jasa pernikahan terkemuka di Ibu Kota. "Sehingga pada tahun 2016 sampai sekarang ada satu kebanggan. Kami bisa meraih beberapa penghargaan salah satunya Apresiasi Penjualan Tertinggi di Gebyar Pernikahan Indonesia (GPI) ke-9 Nobvember 2018. Dan penjualan tertinggi di 165 Wedding Exhibition di Menara 165. Kemudian di sepanjang pegelaran GPI dari edisi ke edisi, kami selalu masuk dalam lima besar penjualan tertinggi," tutur Heru.