Di masa lalu ketika masih aktif mempertahankan kedaulatan negeri ini, para veteran berjuang mati-matian di masa-masa serba sulit. Dari era agresi militer yang menolak kemerdekaan negara ini hingga segala bentuk pemberontakan-pemberontakan ,dilalui para veteran ini. Sama halnya yang pernah dialami Ngatono dan Kipah, keduanya adalah para veteran yang menerima program RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) di Kediri, selasa (03/10/2017)

 

Ngatono yang berdomisili di Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto dan Kipah yang berdomisili di Desa Badal Kecamatan Ngadikuwih memberi kesaksian yang hampir mirip satu sama lain. Mereka terharu usai rumahnya bakal dibongkar dan dibangun ulang, agar lebih baik dari sebelumnya serta masuk kategori layak huni. Dari pandangan sepintas, rumah kedua veteran ini nampak lusuh dan kurang nyaman, tetapi kini kondisinya berubah 180 derajat.

 

Di acara penyerahan kunci oleh Kasdim Kediri, Mayor Inf Joni Morwantoto mengatakan ,"Karena beliau-beliau inilah kita bisa seperti ini. Di masa sulit beliau-beliau mengalaminya, merasakannya, kita bersyukur atas jasa yang pernah dilakukannya. Sudah sepatutnya kita peduli pada beliau-beliau yang lebih tahu sejarah bangsa ini ketimbang kita."

 

Selain acara penyerahan kunci rumah, juga dilakukan penyerahan bingkisan dari Pangdam V/Brawijaya kepada kedua veteran yang tergabung dalam LVRI.

 

"Ini adalah bentuk kepedulian TNI kepada LVRI dimanapun ia berada dan ini sekaligus kado ulang tahun TNI ke 72 kepada para veteran. bagaimanapun juga, para veteran kita telah berjuang mempertahankan negeri ini di masa lalu dan inilah bentuk sedikit banyak balas budi kita terhadap beliau," kata Kakanminvet V/09 Kediri Mayor Caj Arwan Nurwondo

 

Sementara itu dalam sambutannya, Danramil Ngadiluwih ,Kapten Inf Supriyadi menjelaskan ," Program ini bisa tuntas secara keseluruhan berkat kerjasama dan gotongroyong. Dari pemerintah desa hingga para tetangga turut membantu kelancaran pembangunan rumah bapak Kipah."

Tag