DENPASAR - Dibukanya kembali penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai setelah sempat ditutup selama dua hari berdampak terhadap ekonomi yang cukup signifikan. Bandara tersebut ditutup akibat terjangan abu vulkanik Gunung Agung yang mengakibatkan puluhan penerbangan terpaksa dibatalkan.

Penutupan Bandara yang berdampak pada sektor ekonomi tersebut yakni salah satunya pendapatan devisa negara. Bali menjadi destinasi wisata bagi wisatawan mancanegara (wisman). "Kerugian (sekitar) Rp 250 miliar, kita hilang," ungkap Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Rabu (29/11/2017).

Sebanyak 250 miliar yang didapat dari rata-rata jumlah kunjungan wisman ke Bali sebanyak 15.000 orang. Untuk uang yang dikeluarkan setiap satu orang wisman rata-rata 1.200 Dollar AS per harinya setara dengan Rp 16,2 juta (kurs Rp 13.500). "Kalau ini 36 hari efektifnya kita terganggu itu (kerugian) sekitar Rp 9 triliun," imbuhnya.

Kerugian ekonomi lainnya yaitu terganggunya target kunjungan wisatawan mancanegara 2017. Ia pun pesimistis jumlah kunjungan wisman hingga akhir 2017 nanti bisa mencapai target yaitu 15 juta jiwa.

"Mengganggu target, kemungkinan hanya tercapai 14 juta atau 93-95 persen. Bali itu sehari 15.000 wisman tapi Agustus sudah 20.000 wisman per hari atau 600.000 wisman per bulan. Justru pas panen, panennya tidak ada," ucap Puan.