YOGYAKARTA - Sekretaris daerah (Sekda) Daerah Istemewa Yogyakarta Gatot Saptadi mengatakan kerusakan banyak terjadi terhadap bangunan insfrastruktur seperti jembatan, talud, jalan rusak dan rumah warga. Kerusakan tersebut terjadi akibat banjir dan tanah longsor terdampak badai siklon tropis cempaka dan dahlia. Menurutnya kerusakan tersebut menelan kerugian hingga ratusan miliar rupiah.

"Hampir mencapai Rp 200 miliar kerugian dan kerusakan," kata Gatot , Kamis (7/12/2017). Ia menjelaskan bahwa sejumlah insfrastruktur yang rusak tersebut diantaranya jembatan putus, ambles, talud rusak, jalan rusak dan rumah yang rusak. Untuk rumah penduduk yang rusak jika di daerah rawan tentu perlu direlokasi. kerusakan insfrastruktur yang paling banyak terjadi di Bantul dan Gunungkidul. "Saya sudah perintahkan agar dipilah mana yang jadi penanganan darurat mana yang penanganan recovery," katanya.

Selain itu, Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Krido Suprayitno, mengatakan masa tanggap darurat dilaksanakan sampai dengan tanggal 14 Desember 2017. Apabila belum selesai, maka bisa mengajukan untuk perpanjangan atau langsung meningkat ke transisi. "Langkah kita buat jadwal berkaitan implementasi karena kita dibatasi waktu selama 14 hari. Maka saat kedaruratan ada skemanya, recovery ada skemanya sendiri," kata Krido.

Seperti diberitakan sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menaksir kerugian materi akibat bencana banjir dan tanah longsor pada 28 November 2017 di wilayah kerjanya sekitar Rp50 miliar. "Untuk kerugian fisik masih dihitung, namun pemulihan fisik yang rusak sekitar Rp50 miliar," kata Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto, Minggu (1/12/2017).

Setidaknya 245 lokasi di Bantul terdampak banjir, tanah longsor dan pohon tumbang lantaran badai Siklon Tropis Cempaka di perairan selatan Jawa. Beberapa jembatan putus karena diterjang arus sungai, talud ambrol, jalanan rusak, rumah-rumah roboh, dan fasilitas umum rusak. "Bencana juga terjadi pada sektor pertanian dan perikanan," ungkapnya.