BREAKINGNEWS.CO.ID - Kepolisian Thailand melakukan perluasan proses penyelidikan terkait dengan rentetan ledakan bom yang terjadi pada pekan lalu di ibu kota Bangkok. Menurut pihak kepolisian, insiden tersebut diduga memiliki motif politis.

"Saya meyakini kejadian ini terkait dengan politik. Sekitar 80 sampai 90 persen kasus bom sebelumnya terkait dengan politik, dan kami ingin mencari siapa dalangnya," kata Kepala Kepolisian Thailand, Chaktip Chaijinda, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (9/8/2019).

Walaupun demikian, Chaijinda tidak membeberkan alasan mendasar yang membuatnya meyakini kalau peristiwa itu terkait dengan urusan politik. Apalagi Wakil Perdana Menteri Thailand, Prawit Wongsuwan, lebih dulu menyatakan kelompok pemberontak di Thailand Selatan adalah dalang dari peristiwa tersebut.

Menurut informasi aparat keamanan, ada sembilan bom yang meledak di Bangkok pada Jumat pekan lalu. Akibat ledakan itu empat orang mengalami luka-luka.

Saat itu Thailand tengah menjadi tuan rumah Konferensi Menteri Luar Negeri Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN).

Menurut polisi itu, bom rakitan itu dipicu oleh jam yang dihubungkan dengan penyimpan daya (power bank).

Hingga saat ini polisi sudah berhasil menangkap 10 orang yang diduga terlibat dalam insiden ledakan bom itu. Sebanyak tujuh di antaranya adalah pelajar sekolah teknik menengah.

Sedangkan dua tersangka lainnya, Lu-ai Sae-nage dan Wildon Maha, ditangkap polisi karena dituduh menjadi pelaku ancaman bom palsu pada Jumat pekan lalu. Keduanya bermukim di Provinsi Narathiwat yang menjadi salah satu daerah basis pemberontak.

Provinsi Narathiwat yang berpenduduk mayoritas etnis Melayu dan Muslim sudah bergolak lebih dari satu dasawarsa. Dalam pemberontakan itu dilaporkan sudah lebih dari 7,000 orang meninggal, baik dari pihak pemeluk Buddha dan Muslim.