JAKARTA - Peristiwa yang menyayat hati dialami oleh bintang pop Amerika Serikat, Ariana Grande dalam menggelar konser amal bertajuk "One Love Manchester" di Manchester Arena. Bom Manchester itu terjadi sesaat setelah dia mengadakan pertunjukan pada Senin, 22 Mei 2018 silam.
Dalam peristiwa tersebut, seorang pelaku bernama Salman Abedi melakukan aksi bom bunuh diri di konser Ariana Grande tersebut. Bom di Manchester menewaskan 22 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya. Banyak di antaranya adalah anak-anak muda.

Setahun setelah serangan bom di Manchester Arena pada konser Ariana Grande, sang penyanyi menulis sebuah cuitan di akun Twitternya untuk para korban. Ia menyebutkan ia tak akan pernah bisa melupakan penggemarnya yang menjadi korban bom Manchester.

Ariana Grande.



"Hari ini dan setiap hari aku selalu memikirkan kalian semua. Aku cinta kalian dengan semua yang ada pada diriku dan aku mengirimkan kalian harapan dan kehangatan untuk aku tawarkan di hari yang menantang ini," tulis Ariana Grande.

Ariana Grande tampaknya masih membawa rasa bersalah dalam dirinya. Beberapa merasa kasihan dan prihatin dengan kondisi Ariana Grande yang tampak merasa bersalah. "Dia terlihat sangat sedih. Dia tampak menyalahkan dirinya sendiri. Aku benar-benar merasa kasihan kepadanya," sebut akun dengan nama CJKx.