JAKARTA - Seseorang yang mengalami penyakit diabetes mellitus (DM) yang juga populer disebut kencing manis, mungkin saja mendapatkannya karena faktor keturunan serta faktor yang didapat. Faktor keturunan berarti bersifat genetik, diturunkan dari orangtuanya. Faktor yang didapat berarti faktor dari luar, terutama makanan yang banyak mengandung gula.

Bila seorang suami mengalami diabetes karena keturunan dari ibunya. Demikian pula calon isterinya yang mendapatkan warisan kencing manis dari ayahnya.

Bila saja kedua orang yang mengalami diabetes itu menikah, maka anaknya hampir pasti mewarisi penyakit itu. Namun mengenai boleh tidaknya mereka menikah, tentu merupakan sesuatu yang sangat pribadi, dan merupakan hak mereka.

Yang penting mereka sudah mengetahui bahwa anak mereka hampir pasti akan mengalami diabetes juga. Mereka juga harus mengerti bahwa diabetes adalah penyakit yang memerlukan pengobatan seumur hidup. Tetapi berbagai jenis obat untuk diabetes telah tersedia.

Pada diabetes terjadi gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Karena itu penyakit ini kemudian menimbulkan komplikasi pada banyak organ tubuh, termasuk fungsi seksual.

Jaringan syaraf di seluruh tubuh, termasuk pada kelamin, mengalami gangguan yang disebut neuropati. Akibatnya fungsi persyarafan seksual menjadi terganggu, yang mengakibatkan fungsi seksual terganggu.

Selain itu dinding pembuluh darah pada banyak organ, termasuk pada kelamin, mengalami kerusakan yang disebut angiopati. Akibatnya fungsi pembuluh darah menjadi terganggu, padahal fungsi pembuluh darah sangat penting bagi fungsi seksual, baik pada pria maupun wanita. Di samping itu, diabetes juga menimbulkan gangguan fungsi otot polos dan lapisan endotel pada ruang-ruang pembuluh darah di dalam penis.

Pada wanita diabetes, aliran darah ke vagina menjadi terhambat karena terjadi angiopati. Akibatnya proses transudasi pada dinding vagina terganggu, perlendiran vagina terhambat, hubungan seksual terasa sakit, dan orgasme terhambat.

Kerusakan jaringan syaraf akibat diabetes menaikkan nilai ambang rangsangan, sehingga wanita diabetes menjadi sulit terangsang. Akibatnya, reaksi seksual tidak terjadi, dan orgasme gagal dicapai. Untuk mencapai orgasme, diperlukan taraf rangsangan lebih tinggi, dan tidak selalu mudah dilakukan oleh pasangannya.

Pada wanita dengan diabetes, infeksi vagina mudah terjadi, baik infeksi oleh jamur maupun bakteri. Umumnya infeksi vagina sering kambuh dan menjadi penyebab gangguan hubungan seksual, sehingga wanita mengalami disfungsi orgasme.

Pada beberapa wanita diabetes, ada satu hal lain yang menjadi penyebab psikis terjadinya disfungsi orgasme, yaitu ketakutan terjadi kehamilan yang dihubungkan dengan diabetes. Bahwa risiko terjadinya cacat bawaan pada bayi sangat tinggi. Perasaan takut inilah penyebab psikis yang menghambat hubungan seksual, sehingga wanita penderita diabetes mengalami disfungsi orgasme.

Pada pria, disfungsi seksual yang dapat terjadi akibat diabetes ialah disfungsi ereksi (dulu disebut impotensi) dan ejakulasi ke belakang (retrograde ejaculation). Sekitar 40-60 persen pria dengan diabetes mengalami disfungsi ereksi. Terjadinya disfungsi ereksi pada diabetes bergantung kepada keadaan diabetes, apakah dikontrol atau tidak dikontrol. Kontrol diet yang ketat pada diabetes dapat memperkecil kemungkinan terjadinya disfungsi ereksi.

Selain itu usia juga berpengaruh. Pada usia 20-an sampai 30-an, hanya sekitar 25-30 persen pria diabetes yang mengalami disfungsi ereksi. Tetapi pada usia di atas 50 tahun, sudah sekitar 50-70 persen yang mengalaminya.

Ada tiga hal penting yang menyebabkan disfungsi ereksi pada pria diabetes.

Pertama, terjadinya neuropati pada jaringan syaraf di seluruh tubuh, khususnya di penis.  Kedua, terjadi angiopati di seluruh tubuh, khususnya pada pembuluh darah penis. Ketiga, gangguan fungsi otot polos dan lapisan endotel pada ruang pembuluh darah penis.

Pria atau wanita dengan diabetes tetap dapat hidup sebagaimana orang normal, asal mengontrol penyakitnya secara teratur. Dengan cara pengobatan standar yang terdiri dari diet, obat dan olah raga sesuai petunjuk, maka diabetes dapat dikontrol. Dengan kontrol yang ketat, komplikasi dapat dicegah, termasuk komplikasi pada fungsi seksual dan kesuburan.

Andaikata terjadi gangguan fungsi seksual, tentu diperlukan penanganan yang benar. Tidak dibenarkan menggunakan obat atau ramuan yang tidak jelas isinya, karena dikhawatirkan justru semakin memperburuk diabetes yang sekaligus memperburuk fungsi seksual.

Hindari gaya hidup yang semakin memperburuk fungsi seksual, seperti merokok dan minum alkohol berlebihan. Beberapa cara pengobatan yang telah diakui secara internasional telah tersedia untuk mengatasi gangguan fungsi seksual.

Bila terjadi hambatan hamil karena retrograde ejaculation, maka gangguan ini harus diatasi dulu agar ejakulasi dapat normal. Tetapi kalau retrograde ejaculation tidak dapat diatasi, kehamilan dapat diupayakan melalui inseminasi buatan. Sperma yang digunakan ialah sperma yang ditampung dari aliran kencing dan mengalami proses pencucian lebih dahulu.


Tidak Mengganggu Kesuburan

Tentang efek diabetes terhadap kesuburan, belumlah ada bukti ilmiah yang pasti menyatakan bahwa diabetes menyebabkan masalah kesuburan secara langsung. Namun sebagian pria dengan diabetes mengeluh sperma yang diejakulasikan hanya sedikit atau bahkan tidak ada.

Kondisi ini menunjukkan terjadinya retrograde ejaculation (ejakulasi ke belakang), yaitu penyemprotan sperma menuju ke kandung kencing, bukan ke luar seperti dalam keadaan normal.

Retrograde ejaculation disebabkan oleh neuropati pada otot sekitar lubang kandung kencing, sehingga tidak dapat menutup rapat ketika terjadi orgasme dan ejakulasi. Maka sperma masuk ke dalam kandung kencing, tidak dikeluarkan melalui saluran kencing. Akibatnya, tidak mampu menghamili istri. Jadi hambatan hamil bukan disebabkan oleh gangguan kesuburan sebagai akibat langsung diabetes.

Setelah itu, sperma yang masuk ke dalam kandung kencing, akan mengalir keluar bersama aliran kencing. Tetapi walaupun tidak mengalami ejakulasi, pria yang mengalami retrograde ejaculation tetap merasakan sensasi orgasme