BREAKINGNEWS.CO.ID -  Naiknya harga CPO (Crued Palm Oil) atau kelapa sawit dan harapan penurunan suku bunga acuan oleh bank sentral AS (The Fed) menjadi factor utama hijaunya Indeks Harga Saham Gabungan pada akhir perdagangan Selasa (17/9/2019) sore.

Saat ditutup, indeks di Bursa Efek Jakarta  ditutup menguat 17,26 poin atau 0,28 persen ke posisi 6.236,69. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 2,68 poin atau 0,27 persen menjadi 985,92.

"Untuk hari ini sentimen positif bagi IHSG datang dari penguatan harga CPO dan ekspektasi The Fed akan menurunkan suku bunga acuannya," kata Analis Indopremier Sekuritas Mino.

Sedangkan analis Panin Sekuritas William Hartanto menyebut  hari ini pasar kembali netral setelah efek kejut dari rencana kenaikan tarif cukai rokok 23 persen pada 2020 pada awal pekan lalu. "Pasar telah kembali bergerak sebagaimana mestinya. Jadi besok akan menguat kembali dalam range 6.220-6 280," ujar William.

Dibuka melemah, IHSG tak lama menguat dan terus berada di teritori positif sepanjang hari hingga penutupan perdagangan saham.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual asing bersih atau net foreign sell sebesar Rp585,66 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 571.739 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 14,46 miliar lembar saham senilai Rp8,81 triliun. Sebanyak 213 saham naik, 181 saham menurun, dan 151 saham tidak bergerak nilainya

Sementara itu, bursa saham regional Asia antara lain Indeks Nikkei menguat 13,03 poin (0,06 persen) ke 22.001,32, Indeks Hang Seng melemah 334,31 poin atau 1,23 persen ke 26.790,24, dan Indeks Straits Times melemah 20,93 poin (0,65 persen) ke posisi 3.183.