BREAKINGNEWS.CO.ID –  Anjloknya harga jual kelapa sawit yang terjadi sejak beberapa waktu terakhir secara langsung dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi provinsi Riau. Pasalnya, selain minyak bumi, bisnis non migas ini juga menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah tersebut, karena 30 persen dari pemasok sawot Indonesia berasal dari kawasan ini.

Prakiraan akan terjadi gangguan atau penurunan pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut diungkapkan oleh pihak Bank Indonesia Riau. Otoritas keuangan wilayah itu menyebut tren penurunan harga kelapa sawit akan berdampak pada melemahnya pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau pada triwulan IV 2018, karena besarnya peran komoditas itu dalam menyopang perekonomian daerah. "Dampak sawit akan menyebabkan perkembangan ekonomi dari sektor sawit menurun atau minimal stagnan, apabila dari sektor lain tidak ada yang meningkat," kata Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Riau, Irwan Mulawarman,   di Pekanbaru, Senin (3/12/2018).

Irwan mengatakan, kejatuhan cukup dalam pada semester IV 2018 harga komoditas ini di wilayah itu sejatinya adalah juga buah kampanye pihak luar Indonesia. Suara-suara yang menyebut  isu kerusakan lingkungan terjadi karena ekspansi sawit, ikut berdampak kepada penurunan pemesanan komoditas ini khususnya dari Eropa.

Kondisi ini juga berimbas ke Riau karena berdasarkan data BI, Provinsi Riau menyumbang sekitar 30 persen dari produksi sawit nasional dengan luas lahan perkebunan sawit lebih dari 2,2 juta hektare. Sawit juga menjadi komoditi andalan pertumbuhan ekonomi dari sektor di luar minyak dan gas bumi bagi Riau.

Dampak penurunan harga sawit akan paling dirasakan oleh petani mandiri karena selisih pendapatan menjadi sangat rendah hanya berkisar Rp100 hingga Rp150 per kilogram.

Dengan begitu, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi Riau triwulan IV-2018 diperkirakan bisa saja stagnan di angka 2,9 persen seperti triwulan III. "Kegiatan belanja pemerintahan seperti acara-acara di hotel bisa mengakibatkan naiknya pertumbuhan ekonomi, tapi itu kecil sekali," kata Irwan terkait pengaruh sektor selain sawit untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Riau.

Harga kelapa sawit di tingkat petani di Provinsi Riau terus mengalami tren penurunan hingga anjlok ke angka Rp500 per kilogram. Tren penurunan ini sendiri sudah terjadi sejak Juli lalu.