BREAKINGNEWS.CO.ID- Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) untuk meningkatkan program-program pertanian yang sudah ada. Bambang juga mendorong menciptakan program pertanian baru yang dapat mendukung untuk meningkatkan produktivitas pangan dan kesejahteraan petani. 
 
Hal tersebut dikatakan Bambang menanggapi program pemerintah yang menargetkan produksi pangan 2019 yang ditetapkan oleh Kementan, salah satunya adalah padi yang ditargetkan dapat diproduksi sebanyak 84 juta ton. 
 
Bambang juga mendorong Kementan bersama Dinas Pertanian untuk melakukan perbaikan dalam pendistribusian pupuk, alat dan mesin pertanian (Alsintan), dan bibit unggul dan memberikan akses yang mudah kepada petani untuk mendapatkan subsidi tersebut. "Serta memastikan bahwa subsidi yang diberikan tepat sasaran," ujar Bambang kepada wartawan, Sabtu (8/12/2018). 
 
Selanjutnya Bambang mendorong Kementan bersama Dinas Pertanian Daerah untuk melakukan penyuluhan secara berkala baik dalam masa tumbuh tanaman ataupun cara untuk menanggulangi hama yang menyerang tanaman pangan. 
 
Bambang menambahkan, pihaknya mendorong Kementan bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR), Dinas Pertanian dan Dinas Pekerjaan Umum Daerah untuk melakukan perbaikan sistem irigasi di lahan-lahan pertanian terutama di daerah-daerah yang sering mengalami kekeringan saat musim panas tiba, guna mencegah gagal panen terjadi kembali. 
 
Selain itu Bambang mendorong Kementan untuk terus melakukan upaya dalam menambah luas tanam, mencetak sawah-sawah baru di daerah yang sudah dikaji cocok untuk dijadikan cetak sawah baru.
 
"Serta bekerja sama dengan Pemerintah Daerah untuk tidak mengalihfungsikan lahan pertanian, guna meningkatkan produksi pangan dengan memaksilmalkan luas lahan pertanian yang ada," imbuhnya. 
 
Lebih lanjut Bambang mendorong Kementan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbang Pertanian) untuk mengembangkan varietas baru dan unggulan yang cocok dibudidayakan di kondisi gerografis dan iklim Indonesia dan mampu meningkatkan produksi pangan. 
 
"Mendorong Kementan dan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk bersama-sama melakukan pemuktahiran data hasil produksi pangan guna mendapatkan data yang valid, sehingga terhindar dari impor pangan berlebih yang akan merugikan petani," katanya. 
 
Dengan demikian Bambang mendorong Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) dan Dinas Pertanian Daerah memperkuat peran koperasi dalam pemberdayaan petani dan menyerap hasil produksi petani guna melindungi petani dari kerugian yang disebabkan oleh tengkulak.