BREAKINGNEWS.CO.ID - Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Asrorun Niam Sholeh, bekerjasama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar kuliah kewirausahaan muda 2019 perdana.

Kegiatan itu sendiri merupakan salah satu ikhtiar deputi pengembangan pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk menumbuhkan minat kewirausahaan di kalangan pemuda, yang akan berlangsung di 22 universitas se-Jabodetabek. "Pemuda merupakan lapisan yang paling strategis untuk menumbuhkan wirausahawan-wirausahawan yang akan mengantarkan kemandirian kita sebagai bangsa," kata Niam, saat menjelaskan mengapa menyasar kaum muda, dalam acara Kuliah Kewirausahaan Muda 2019 di Auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Niam menambahkan, kampus juga sebagai salah satu kawah candradimuka untuk kepentingan proses pembelajaran dan juga proses kaderisasi kaum elite muda. Oleh karena itu, kita menyasar kaum muda dan di kampus, ini merupakan ikhtiar yang kita lakukan sebagai wujud terobosan untuk langsung menyasar ke jantung elite stategis guna mewujudkan wirausahawan-wirausahawan muda dan pada Selasa (30/4) adalah kuliah kewirausahaan pemuda 2019 yang pertama yang berbasis kampus.

Pria berusia 42 tahun tersebut berharap dengan adanya kerjasama antara Kemenpora bidang pengembangan pemuda dengan 22 universitas di Jabodetabek akan muncul alumni-alumni terbaik. "Saya berharap dengan adanya proses kuliah kewirausahaan pemuda ini akan muncul alumni dengan melalui mekanisme seleksi tentunya, guna masuk kepada jenjang pendidikan pada tahap berikutnya, yaitu pendampingan untuk mengembangkan wirausahawan muda."

Bagi anak-anak kaum muda yang sudah melalui proses kuliah kewirausahaan pemuda, kemudian dia masuk dan terseleksi di dalam fase berikutnya, nantinya bisa memperoleh dukungan fasilitasi kewirausahaan muda pemula dari Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan asumsi anak-anak muda punya talenta dan juga potensi yang baik. Bagaimana kita kemudian berikhtiar untuk mengoptimalkan potensi tersebut dan juga menfasilitasi agar potensi itu tumbuh serta terus berkembang. Setelah tumbuh dan berkembang, dia harus berani memulai dan pada saat dia berani memulai, bisa jadi saat orang lain atau pelaku usaha belum percaya, maka kementerian hadir untuk memberikan stimulasi berupa dana hibah agar mereka bisa lengkap sebelum memperoleh kepercayaan dari lembaga keuangan untuk berkolaborasi. Baru setelah itu mulai berjalan, maka akan kita pertemukan dengan para pelaku usaha yang sudah mapan dengan pendekatan yang kolaboratif.