BREAKINGNEWS.CO.ID - Tim Skateboard Indonesia mengaku belum mendapatkan bonus Asian Games 2018. Hal itu diungkapkan oleh pelatih kepala Skateboard Indonesia di Asian Games 2018, Jo Jaya Charles Kusuma, Minggu (9/9/2018). Padahal, pembagian bonus untuk atlet peraih medali di Asian Games 2018 telah dilaksanakan sebelum penutupan Asian Games di Istana Negara, Jakarta, langsung oleh Presiden Jokowi (2/9).

Dikatakan oleh Charles, pihaknya baru mendapatkan kabar pemberian bonus pada Sabtu malam (1/9). Waktunya mepet untuk mencari tiket kembali ke Jakarta. Karena, sehabis Asian Games itu, ia sudah mengatur atlet-atletnya untuk langsung kembali ke daerahnya masing-masing. "Bukan hanya Jason saja yang belum dapat. Semua anak-anak termasuk saya di tim skateboard belum dapat bonusnya. Waktu itu sempat ada panggilan ke Istana, Jakarta. Tapi, kita tahu malamnya. Dan waktunya mepet. Jadi saya tidak bisa mengatur tiket dalam semalam itu. Belum lagi mau menginap di mana anak-anaka. Sementara PB juga tidak memberikan arahan," kata Charles.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto, mengungkapkan bahwa pihaknya segera menindaklanjuti perkara tersebut. "Saya tadi malam dapat info. Kami akan nge-cek ke internal kami, teman-teman di Deputi III yang meng-handle masalah bonus tersebut. Harusnya si sudah masuk daftar. Kebetulan Deputi III sedang sibuk di Ternate untuk memperingat Haornas,' kata Gatot kepada Breakingnews.co.id.

Gatot mengaku prihatin dengan kabar tersebut. Apalagi, salah satu atlet skateboard, Jason Denis, akan kembali ke Belanda untuk melanjutkan sekolahnya. "Saya tahu dari medie online sampai ada yang mau kembali melanjutkan sekolah di Belanda belum mendapatkan bonus. Kami segera cek kekeliruannya di mana," ucap Gatot.

Pada dasarnya, lanjut Gatot, Kemenpora tak akan memperlambat proses pencairan bonus tersebut. Ia menegaskan, jika datanya memang akurat, bonus tersebut segera mereka dapatkan. "Kalau prosedurnya mudah saja. Asalkan jelas mendapatkan medali, tidak ada birokrasi yang berbelit-belit daftarnya. Dan cabornya mengusulkan, segera masuk ke rekeningnya. Pasti Kemenpora menindak cepat kok. Karena itu hak mereka. Tidak mungkin diterlantarkan," tegas Gatot.

Seperti diberitakan sebelumnya, untuk peraih medali emas diberikan bonus Rp 1,5 miliar secara penuh dengan pajak sudah ditanggung. Adapun untuk pasangan atau ganda, mendapatkan Rp 1 miliar per orang dan Rp 750 juta per orang untuk beregu. Sama seperti peraih medali emas, bonus untuk pendulang perak pun terbagi ke dalam tiga kelas. Untuk tunggal Rp 500 juta, ganda Rp 400 juta, dan beregu Rp 300 juta per orang. Adapun, untuk setiap atlet tunggal yang merebut medali perunggu, dihadiahi Rp 250 juta, ganda Rp 200 juta dan beregu Rp 150 juta per atlet.

Para pelatih beregu mendapatkan Rp 600 juta untuk emas, Rp 200 juta untuk perak, dan Rp 100 juta untuk perunggu. Sedangkan untuk setiap medali kedua dan seterusnya, para pelatih mendapatkan Rp 225 juta untuk emas, Rp 75 juta untuk perak, dan Rp 37,5 juta untuk perunggu.

Untuk asisten pelatih perorangan/ganda mendapatkan Rp 300 juta untuk emas, Rp 100 juta untuk perak, dan Rp 50 juta untuk perunggu. Para asisten pelatih beregu mendapatkan Rp 375 juta untuk emas, Rp 125 juta untuk perak, dan Rp 62,5 juta untuk perunggu. Setiap medali kedua dan seterusnya, para asisten pelatih mendapatkan Rp 150 juta untuk emas Asian Games 2018, Rp 50 juta untuk perak, dan Rp 25 juta untuk perunggu. Di Asian Games 2018, tim skateboard Indonesia meraih sepasang perak, dan perunggu. Adapun medali perak di raih oleh Jason Denis dan Sanggoe Tanjung Darma. Sementara Perunggu disumbangkan Pevi Permana Putra, dan Bunga Nyimas.