BREAKINGNEWS.CO.ID – Terkait dengan kabar kalau pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab diperiksa oleh otoritas keamanan Arab Saudi, Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemenlu RI) mengkonfirmasi kalau pemeriksaan tersebut karena bendera yang diduga mirip ISIS terpasang di rumah Rizieq di Mekkah.

"Hasil dari penelusuran diperoleh konfirmasi kalau MRS (Rizieq) sedang dimintai keterangan oleh aparat keamanan Arab Saudi di Makkah, atas dasar laporan warga negara Saudi yang melihat bendera yang diduga mirip dengan bendera ISIS terpasang di depan rumah MRS di Makkah," bunyi keterangan Kemenlu RI yang diterima Breakingnews.co.id pada Rabu (7/11). Kemenlu menuturkan Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi sudah memberikan instruksi Pejabat Fungsi Konsuler KJRI Jeddah untuk melakukan penelusuran terkait kasus ini.

KJRI Jeddah juga disebut sudah memberikan pendampingan kekonsuleran bagi Rizieq sebagaimana yang selalu diberikan perwakilan RI di luar negeri terhadap seluruh WNI. Kemenlu menyatakan berdasarkan informasi terakhir yang diterima, Rizieq sudah diizinkan otoritas Saudi untuk pulang ke tempat tinggalnya pada Selasa (6/11) sekitar pukul 20.00 waktu setempat.

Isu ini menjadi perhatian setelah beredar kabar kalau Rizieq diperiksa otoritas Saudi dikarenakan diduga memasang bendera tauhid di tembok depan tempat tinggalnya. Kabar tersebut berada di grup-grup WhatsApp sejak Selasa (6/11). Tidak hanya itu, foto-foto Rizieq juga beredar.

Dalam foto, Rizieq tampak tengah berdiri bersama dengan sejumlah orang. Salah satu dari mereka mengenakan pakaian aparat, tampak dari pangkat di lengannya. Sekretaris Umum DPP FPI, Munarman, menyatakan kalau ada pihak yang sengaja memasang bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid mirip miliknya Hizbut Tahrir di tempat tinggal Rizieq.

"Bendera dipasang oleh tukang fitnah. Ada operasi false flag terhadap Habib Rizieq Shihab di Mekkah saat ini," ucap Munarman. "Mereka berharap dengan adanya peristiwa tersebut Habib Rizieq Shihab mendapatkan kesulitan dari pihak keamanan Saudi," ujarnya.

Munarman enggan merinci kronologi Rizieq diperiksa aparat setempat. Dia hanya menyayangkan ada pihak yang masih terus berupaya memfitnah sejak Rizieq masih di Indonesia hingga sudah berada di Mekkah. "Tujuannya hanya satu, yaitu Habib Rizieq Shihab mendapatkan kesulitan dan mereka para tukang fitnah berharap celaka kepada Habib Rizieq Shihab," tutur Munarman.