BREAKINGNEWS.CO.ID – Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menjanjikan peraturan yang akan melindungi ojek online (ojol) akan dikeluarkan pada bulan Maret 2019 nanti. Dan salah satu poin penting yang ada dalam aturan tersebut ialah pengaturan tarif bawah ojol.

Terkait hal tersebut, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiadi menyatakan jika Kementerian Perhubungan akan terus menggodok sedetail mungkin aturan tersebut agar mampu diterima dengan baik oleh para pengendara ojek online di Indonesia.

Bagi Budi, jika saat ini pihaknya belum menentukan tarif bawah dalam aturan tersebut. Akan tetapi ia memberi gambaran jika angka ideal untuk tarif batas bawah ojol itu berkisar di Rp 2.000-2.500 per kilometer (km).

"Idealnya kalau taksi online itu kan Rp 3.500 mungkin di ojol bisa Rp 2.000-2.500. Kita tidak akan mungkin menjadi satu, katakan mungkin per km, minimal tarif terendah dan teratas. Batas atas dan bawah, nanti berapa kita akan lakukan perhitungan," ungkap Budi di Jakarta pada Kamis (10/1/2019).

Disamping itu Budi juga menambahkan jika tarif bawah ojol yang akan diumumkan telah memperhitungkan investasi, operasional, BBM, dan servis yang dikeluarkan setiap bulannya. Dan aturan ini pun diharapkan memberi perlindungan bagi para pengendara.

"Tarif versi aplikator punya perhitungan, pengemudi harus seimbang dengan tingkat penyusutan kendaraan, bensin, kesehatan dan menyangkut yang lain," sambungnya.

Sebelumnya, Budi juga menyatakan pihaknya akan memikirkan shelter pengemudi ojol di Ibu Kota untuk mengatur lalu lintas jika nanti ojol akan mengambil pesanannya. Ia juga meminta komunikasi yang baik antara pemangku kepentingan sehingga terciptanya peraturan yang baik.

"Kalau kita berkomunikasi terus, mestinya supir ojek itu lama-lama juga bisa mengerti. Jadi memang yang penting itu komunikasi. Sekarang mungkin komunikasi belum lancar. Sebaiknya memang pakai shelter," pungkasnya.