BREAKINGNEWS.CO.ID –  Posisi jabatan wakil gubernur DKI Jakarta sedang kosong. Pasalnya, Sandiaga Uno yang maju dalam kontestasi pilpres 2019 sebagai cawapres  bersama calon presiden Prabowo Subianto memutuskan mundur dari jabatan orang nomor dua ibu kota. Sandi tidak mengambil hak cuti seperti diizinkan undang-undang.

Maka, saat ini  jabatan wakil gubernur DKI Jakarta akan kosong untuk sementara waktu sambil menunggu penentuan wakil gubernur yang baru. Pejabat baru baru bisa naik setelah melalui sejumlah prosedur, salah satunya adalah dengan melewai proses pemilihan di DPRD DKI.

"Untuk jabatan wagub yang kosong, menurut prosedur akan diisi melalui proses pemilihan di DPRD DKI," ujar  Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sumarsono.

 Sumarsono mengatakan partai pengusung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, yaitu Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), akan mengirim dua nama calon pengganti.

Kemudian, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan mengirim nama tersebut ke DPRD DKI."Dari dua calon itu, DPRD akan memilih salah satu," kata Sumarsono.

Nama yang diajukan itu berdasarkan usul parpol atau gabungan parpol yang pasangan calonnya terpilih dalam pemilihan kepala daerah periodenya. Nantinya, rapat paripurna DPRD akan memutusukan pilihannya.

Berdasar aturan itu dan dalam konteks kepala daerah di DKI, maka fraksi PKS dan Gerindra di DPRD DKI berhak mengajukan dua nama calon wagub pengganti. Lantaran Anies Baswedan dan Sandiaga Uno diusung oleh kedua parpol itu pada Pilkada DKI 2017 lalu.

Namun, langkah tersebut kemungkinan tak berjalan mulus. Pasalnya, Kubu PKS yang juga mitra koalisi Gerindra di DKI Jakarta juga merasa punya hak lebih untuk menduduki posisi tersebut. Lantaran mereka telah memberi kursi calon wakil presiden kepada Sandiaga Uno, posisi yang diklaim PKS sebagai milik mereka. Maka sebagai gantinya, kursi wakil Gubernur adalah kompensasi atas pelepasan hak tersebut.

Meski  belum ada tahapan untuk pemilihan pengganti Sandi.  Namun dari kedua kubu telah beredar sejumlah nama yang dijagokan untuk  menduduki posisi itu. Dari PKS ada nama Mardani Ali Sera. Sementara dari pihak Gerindra, nama Ketua DPRD DKI Mohammad Taufik menjadi yang terdepan.