BREAKINGNEWS.CO.ID- Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mendorong Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk memperbaiki tata kelola ekspor baik dari tata kelola kualitas maupun kuantitas. 
 
Hal tersebut dikatakan Bambang menyikapi data Badan Pusat Statistik yang menyebutkan defisit neraca perdagangan yang terjadi sejak Oktober 2018 serta adanya kenaikan defisit neraca perdagangan sebanyak 760 juta USD menjadi 1,16 miliar USD di Januari 2019 dari 1,03 miliar USD di Desember 2018 akibat menurunnya kinerja ekspor. 
 
Bambang juga mendorong Pemerintah untuk mengkaji dan mengevaluasi kebijakan yang dinilai menghambat laju perekonomian dan menjadi pemicu defisit neraca perdagangan. 
 
"Mengingat defisit tersebut berdampak negatif pada sektor perekonomian," ujar Bambang kepada wartawan di Jakarta, Selasa (19/2/2019). 
 
Selanjutnya Bambang mendorong Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk memberikan bantuan teknis kepada para pelaku usaha.
 
"Agar barang yang diproduksi memiliki nilai ekspor baik dari kualitas maupun kuantitas dan memberikan jalan bagi pelaku usaha untuk dapat mengekspor produknya," tegasnya.