Jakarta - Dua orang kembar identik yang berasal dari Missouri, negara sisi Amerika Serikat, Marian Fields serta Marry Jane memiliki cerita yang sangat menyentuh. Di ketahui, Marian mengidap penyakit kanker kulit yang ganas serta sangat langka.

Ia memiliki luka di bagian punggungnya, serta sudah melakukan beberapa kali operasi serta radiasi. Tetapi lama-kelamaan Marian mulai kehilangan harapan hidup karena salah satu ahli bedah plastik di Amerika Serikat menolak melakukan operasi lagi karena luka di kulitnya makin membesar.

Namun, saudara kembarnya, Mary Jane memberikan satu solusi besar yang dapat mengubah hirup kembarannya itu. Mary ikhlas mendonorkan kulit serta jaringannya kepada Marian.

" Saya memiliki apa yang dia butuhkan. Kami merupakan dua tubuh dengan satu jiwa. Dia yaitu diri saya yang lain, " tutur Mary dikutip dari BBC, Selasa (1/8/2017).

Ahli bedah plastik dari MD Anderson Cancer Center di Universitas Texas, dr Jesse Selber mengatakan kalau operasi ini sangat menantang serta termasuk dalam operasi yang cukup rumit.

Timnya dari lima pakar bedah plastik memindahkan kulit, jaringan serta pembuluh darah dari bagian perut Mary serta mentransplantasikannya ke punggung Marian. Para dokter itu mesti menghubungkan delapan arteri serta vena yang berbeda dibawah mikroskop selama operasi.

Bagian kulit perut Mary yang akan ditransplantasikan.

Bagian kulit perut Mary yang akan ditransplantasikan.

Luka kulit di punggung Marian sebesar 55 cm. x 22 cm. menjadikannya salah satu transplantasi jaringan terbesar yang pernah ada.

" Luka Marian sangat besar, tanpa saudara perempuannya kembarnya kita akan tidak memiliki cukup jaringan untuk merekonstruksinya, " kata dr Selber.

Operasi yang direncanakan dengan penuh kecermatan serta ketelitian ini memakan saat 14 jam, serta akhirnya membuahkan hasil yang sangat memuaskan.

Sebelum operasi dilakukan, Marian tidak dapat berbaring, telentang maupun duduk di kursi dengan benar. Tetapi setelah satu bulan setelah operasi, Marian sudah kembali ke rumah serta jahitannya telah dilepas.

" Saya tidak sabar untuk kembali bekerja, mengemudi, berlari serta duduk dengan nyaman. Serta saya siap untuk hidup kembali, " papar Marian.