BREAKINGNEWS.CO.ID - Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe diperkirakan akan kembali memenangkan pemilihan ketua Partai berkuasa di Negeri Matahari Terbit, Partai Demokrat Liberal (LDP) pada September 2018 mendatang.

Abe sudah dipastikan berada di atas angin dalam pemilihan umum (pemilu) partainya itu meskipun harus bersaing dengan rival beratnya yang merupakan mantan menteri pertahanan Jepang, Shigeru Ishiba.

Ishiba mengumumkan pencalonnya untuk ikut membidik kursi pimpinan partai pada 10 Agustus 2018 lalu. Pria berusia 61 tahun itu bersumpah ingin memulihkan kepercayaan politik pada partai LDP.


Akan tetapi, jajak pendapat memaparkan Abe masih akan mendominasi dukungan parlemen hingga 70 persen dari total 405 suara.

Ishida memang cukup terkenal dikalangan kelas menengah ke bawah atau akar rumput. Namun, para analis menuturkan popularitasnya itu tidak bakal bisa mengimbangi lemahnya dukungan dari anggota parlemen.

Jika Abe memenangkan pemilihan tersebut, PM yang menjabat sejak 2012 itu akan menjadi pemimpin Jepang terlama dalam sejarah.

Sebab, pemenang dipastikan menjabat sebagai pemimpin partai selama tiga tahun dan dijamin kedudukannya oleh perdana menteri karena partai LDP menguasai mayoritas kursi parlemen.

Namun, jika tidak ada yang berhasil meraup suara mayoritas, pemilihan putaran kedua akan digelar dengan 405 suara dari anggota parlemen dan 47 suara lainnya dari cabang partai lokal.

Dikutip Reuters, popularitas Abe berangsur-angsur stabil setelah sempat turun hampir 30 persen di awal tahun karena dirundung skandal kronisme dan pemalsuan data.

Abe juga sempat diisukan akan mengundurkan diri dari jabatannya dikarenakan skandal tersebut.

Meskipun demikian, survei yang dilakukan oleh televisi NHK memaparkan tingkat popularitas pemerintahan Abe saat ini hanya berada di angka 41 persen.

"Jika tidak ada gejolak dalam jumlah dukungan setelah pemilihan nanti, hasil itu akan memperlihatkan perbedaan antara LDP dan seluruh negara," ucap Profesor Sophia University, Koichi Nakano pada Jumat (10/8).