BREAKINGNEWS.CO.ID-Yenny Zannuba Wahid menggelar silaturahmi menandai kembalinya ke Wahid Foundation, Kamis (9/5/2019) sore di Rumah Pergerakan Gus Dur di kawasan Taman Amir Hamzah, Pegangsaan, Menteng. Putri kedua mendiang KH.Abdurrahman Wahid ini juga berbicara berbagai permasalahan sosial di masyarakat dalam diskusi bertajuk 'Peran Media Memperkuat Toleransi'. Dia menyimpulkan, intoleransi bisa diatasi dengan mengurangi perasaan terancam dan mengurangi ketimpangan ekonomi-sosial.

Yenny Wahid berjanji akan kembali aktif di lembaga yang didirikannya pada 2004 tersebut, setelah tujuh bulan 'cuti' karena ikut sibuk berkampanye untuk paslon 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Yenny memutuskan non-aktif sebagai direktur WF  karena menjadi tim sukses pasangan yang berdasarkan quick-count berbagai lembaga survei dan real-count Komisi Pemilihan Umum (KPU) diperkirakan memenangkan pilpres 2019 ini.

Didampingi salah seorang sahabat terbaiknya, Amy Hatmanto, Yenny Wahid tampak sumringah saat memaparkan berbagai program Wahid Foundation. Ibu dari Aurora Maica Madura, Alessandria Amyra Noya dan Raisa Isabella Hasna ini terus menebar senyum. Dia juga masih mencoba tersenyum lepas ketika sejumlah wartawan memancingnya dengan pertanyaan mengenai kemungkinan namanya masuk dalam jajaran menteri pada kabinet mendatang.

"Sekarang ini, ya, banyak gosip. Ya, seperti itu," katanya singkat.

"Fokus saya, ya, menjalankan program di WF ini. Soal nanti, ya nanti saja."

"Yang penting Pilpres sudah selesai, Pilpres berlangsung lancar dan aman. Semua senang," kata perempuan kelahiran Jombang, Jatim, 29 Oktober 1974 itu.

Namun, wartawan tetap mencoba mendesaknya dengan pertanyaan seputar kesiapannya menjadi menteri pada kabinet mendatang. Ada yang menyebut jika putri kedua dari presiden keempat RI ini dinominasikan sebagai menteri sosial (mensos). Akan tetapi, ada juga menyebut jika Yenny Wahid calon kuat menteri pendidikan. Yang menarik, ada pula yang bilang akan menjadi menteri agama.

Mensos mungkin posisi yang lebih pas. Apalagi, mensos sebelumnya dijabat oleh 'seniornya', yakni Khofifah Indar Parawansa--yang kini menjadi gubernur Jatim.