BREAKINGNEWS.CO.ID- Ikatan Keluarga Manggarai Bandung (IKAMABA) turut menolak wacana penerapan wisata halal di Labuan Bajo, Manggarai Barat yang digagas oleh Badan Otoritas Pariwisata (BOP) Labuan Bajo, Flores. Ketua IKAMABA, Aleksius Aben, wacana tersebut telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat Manggarai khususnya dan Flores serta NTT pada umumnya.
 
Menurut Aben, masyarakat Manggarai, Flores, NTT sudah lama dikenal memiliki sistem kehidupan sosial kemasyarakatan yang sangat toleran dan menjujung tinggi kemajemukan. 
 
Perkembangan sektor pariwisata Labuan Bajo selama ini kata Aben, didukung oleh berbagai elemen masyarakat dari bermacam suku dan agama yang sudah secara historis bahu membahu menjaga, melestarikan dan membangun berbagai fasilitas pendukung kemajuan sektor kepariwisataan di Labuan Bajo. 
 
"Selama ini wisatawan muslim sudah diperlakukan dengan baik tanpa diskriminasi dan dengan penuh keramahan yang berlandaskan budaya dan kearifan lokal yang sudah mengakar kuat didalam diri masyarakat Manggarai," ujar Aben melalui rilisnya, Minggu (5/5/2019). 
 
Lanjut Aben, keluhuran budaya dan keindahan alam Labuan Bajo dan Kepulauan Komodo merupakan karunia tuhan yang boleh dinikmati secara bertanggung jawab oleh semua makluk ciptaan-Nya karena pada dasranya kepariwisataan itu bersifat universal.
 
Atas pertimbangan tersebut kata Aben, pihaknya menolak dengan tegas semua wacana maupun rencana menerapkan konsep wisata halal di Labuan Bajo, Kepulauan Komodo maupun Flores dan NTT pada umumnya.
 
Selanjutnya kata Aben, pihaknya menuntut kepada semua pelaku pariwisata di Labuan Bajo dan Kepulauan Komodo untuk memperhatikan pemenuhan fasilitas dan kebutuhan dasar yang spesifik dari para wisatawan yang datang berkunjung. 
 
Selain itu kata Aben, pihaknya menuntut kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat bahwa, Pemerintah Provinsi NTT  dan Pemerintah Pusat agar mewaspadai oknum yang berupaya merusak nilai dan sendi kehidupan sosial masyarakat manggarai khususnya dan masyarakat Flores NTT pada umumnya. 
 
"Mendukung tindakan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan Pemerintah Provinsi NTT yang menolak penerapan konsep wisata halal di Labuan Bajo," tukasnya.