JAKARTA - Badan Keamanan Siber Inggris (Nasional Cyber Security Center / NCSC) memperingatkan adanya kelompok hacker terkenal "Turla" akan kembali dan mencoba untuk mencuri data sensitif dari militer, teknologi, energi, pemerintah dan organisasi komersial di Inggris.

Seperti di lansir dari 2-Spyware, Sabtu (27/01/2018), Kelompok hacker ini terkait dengan kelompok hacker Rusia, dikenal setidaknya sejak tahun 2007. Mereka telah melancarkan beberapa serangan besar-besaran terhadap organisasi di Eropa dan Amerika Serikat. Menurut NCSC, kali mereka menggunakan versi terbaru dari malware yang menargetkan mail server dan web server di OS Windows.

Menurut informasi terbaru, mereka terus menggunakan Neuron dan Nautilus malware dalam hubungannya dengan mekanisme serangan yang memungkinkan mendapatkan akses sistem jaringan dan mencuri informasi sensitif. Namun, para peneliti melaporkan tentang beberapa perubahan dan pembaruan malware tersebut.

Malware Neuron dan Nautilus telah digunakan dalam serangan sebelumnya yang diluncurkan oleh kelompok Turla. Saat ini mereka telah memperbarui program malware tersebut setelah laporan tentang kemungkinan serangan malware dipublikasikan pada bulan November 2017. Menurut analisis NCSC, malware menjadi lebih sulit untuk dideteksi. Mereka selalu memperbarui program malwarenya dalam rangka memotong metode deteksi memperingatkan dini.

Oleh karena itu, The United Kingdom Nasional Cyber ​​Security Center merekomendasikan organisasi untuk memperkuat tingkat keamanan mereka dan memastikan bahwa versi terbaru dari Anti-Malware telah terpasang di sistem jaringan komputer mereka.